Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 17.1 ° C

1 Juta Pendaftar, Aplikasi PPDB Tetap Lancar

Dewiyatini
ILUSTRASI PPDB daring.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI PPDB daring.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

BANDUNG,(PR).- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA, SMK, dan SLB pada 2019, diprediksi lebih baik dari tahun sebelumnya. Pasalnya, berbagai persiapan untuk menjamin kelancaran penyelenggaraan PPDB telah dilakukan secara intensif.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Jawa Barat (Sekda Jabar) sekaligus Ketua Panitia PPDB Jabar, Iwa Karniwa seusai mengecek kesiapan PPDB 2019 SMA/SMK/SLB di Jawa Barat melalui konferensi video di Unit Pelaksana Teknis Daerah Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (UPTD Tikomdik) Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Rajiman.

Iwa mengatakan dari hasil pengecekan, Jabar siap menyelenggarakan PPDB 2019. Pendaftaran PPDB serentak bagi SMA, SMK, dan SLB di Jabar, pada 17-22 Juni 2019. 

"Indikator kesiapan tersebut antara lain telah tersedianya sarana dan prasarana yang mendukung, penguasaan informasi PPDB dari panitia penyelenggara, telah dilaksanakannya sosialisasi kepada masyarakat, serta uji coba penerapan sistem PPDB di seluruh sekolah di Jawa Barat," ujarnya.

PPDB tahun ini, kata Iwa, juga tetap memanfaatkan sistem aplikasi seperti tahun sebelumnya. Untuk mengecek kesiapannya, telah diuji coba di seluruh sekolah. Sistem informasi teknologi tersebut akan memantau penyelenggaraan PPDB di Jabar. 

"Kami sudah uji coba dengan menginput data sebanyak 1 juta pendaftar dan tak kendala. Ini membuktikan bahwa sistem yang digunakan telah memadai," katanya.                                                             
Sementara itu, di tempat yang sama, dilakukan juga konferensi video dengan 54 sekolah dari berbagai kabupaten/kota di Jabar tersebut. Iwa memberikan arahan kepada panitia PPDB di sekolah agar menekankan pentingnya pendampingan calon peserta didik saat mendaftar. 

"Saat mendaftar, calon peserta didik harus didampingi oleh orang tua. Tidak boleh sendiri. Karena biasanya, kesalahan atau kegagalan input data terjadi karena calon peserta didik salah memasukkan data. Di sini juga dibutuhkan peran operator untuk mengedukasi pendaftar," ucap Iwa.

Iwa juga menegaskan pentingnya sosialiasi PPDB 2019 yang ditujukan kepada seluruh calon peserta didik dan orang tua siswa yang akan mengikuti PPDB. Sosialisasi diberikan kepada orang tua calon peserta didik baik yang dilakukan langsung oleh kepala sekolah maupun masing-masing tim sosialisasi di setiap sekolah.

Tim pengaduan

Selain itu, di tiap sekolah tersedia tim helpdesk/pengaduan yang nantinya mampu memberikan solusi kepada masyarakat yang mengalami kendala. 

"Ini salah satu perbaikan dari tahun lalu. Tim pengaduan harus berperan untuk memberi solusi jika ada permasalahan, sekaligus juga bisa mengedukasi dan mengarahkan masyarakat agar paham," tuturnya. 

Salah satu peserta konferensi video, Kepala SMAN 6 Cimahi, Maman Fathurahman mengatakan, persiapan PPDB di sekolahnya telah berjalan dengan baik. Dikatakan Maman, sejak petunjuk teknis diberikan, sekolah langsung mempelajari dan menyosialisasikannya.

Maman juga telah menyiapkan ruangan pendaftaran sesuai dengan prosedur operasional standar (POS) pelayanan di sekolah. Ada lima ruangan disiapkan untuk melayani calon peserta didik.  

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Kadisdik Jabar), Dewi Sartika menjelaskan, setelah dilakukannya pencatatan total kuota penerimaan siswa di seluruh SMA/SMK/SLB negeri di Jabar secara menyeluruh, ada tambahan kuota sebesar 7%. 

"Setelah dijumlahkan kurang lebih ada 18 ribu sekian kuota tambahan di sekolah negeri. Untuk pembagiannya tentu berbeda antara kota satu dan kabupaten lainnya," jelasnya.***

Bagikan: