Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Sedikit awan, 24.7 ° C

Unisba Siapkan Program Percepatan

Dewiyatini
HALALBIHALAL di kampus Universitas Islam Bandung Jalan Tamansari, Kamis, 13 Juni 2019. Unisba berkomitmen meningkatkan performanya dengan sejumlah percepatan.*/ADE BAYU INDRA/PR
HALALBIHALAL di kampus Universitas Islam Bandung Jalan Tamansari, Kamis, 13 Juni 2019. Unisba berkomitmen meningkatkan performanya dengan sejumlah percepatan.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Untuk menjawab tantangan yang semakin berat di masa depan, semua lini harus bekerja dengan cepat. Universitas Islam Bandung berkomitmen meningkatkan performanya dengan sejumlah percepatan.

Rektor Unisba Edi Setiadi mengakui banyak kegiatan yang harus dipercepat. Pihaknya telah menyiapkan sejumlah program percepatan dalam kurun waktu 3 tahun ini. Bahkan, hingga 2021, Edi menargetkan akan menambah 30 guru besar di Unisba.

"Unisba memang mengalami krisis guru besar. Padahal kami yang masuk dalam lima besar di Jabar, harus terus meningkatkan performanya," ujar Edi, usai halalbilhalal di kampus Unisba Jalan Tamansari, Kamis, 13 Juni 2019.

Dikatakan Edi, saat ini hanya ada 10 guru besar di Unisba. Oleh karena itu, Unisba telah mempersiapkan 15 doktor dan lektor kepala untuk menjadi guru besar pada 2020. Pada 2019, 15 orang ini, kata Edi, harus telah memasukkan artikel ke jurnal internasional.

Jika di tahun yang sama, dinyatakan diterima, maka pada 2020 akan ada penambahan 15 guru besar di Unisba. Model serupa akan dilakukan pada 2020, untuk menghasilkan tambahan 15 guru besar pada 2021.

Diakui Edi, keterlambatan penambahan guru besar di Unisba selama ini, disebabkan masih kuatnya anggapan sulit meraih jabatan guru besar. Banyaknya persyaratan, lanjut Edi, dianggap sebagai hambatan.

"Padahal kenyataannya persyaratan itu sebagai dorongan negara menjadi tertib. Oleh karena itu, pihak universitas turun membantu untuk mempercepat meraihnya," ucapnya.

Percepatan guru besar juga, kata Edi, akan mendorong karir dari dosen yang berada di bawahnya. Misalnya yang menjabat lektor akan naik menjadi lektor kepala.

Program percepatan berikutnya, Unisba berkomitmen mengejar peningkatan kusterisasi perguruan tinggi. Saat ini, Unisba menempati posis 71 di nasional.

Edi mengatakan dengan raihan akreditasi internasional akan mendorong posisi Unisba naik. Ia memperkirakan posisi Unisba dapat berada di ranking 31 nasional. 

Percepatan terakhir, rencana Unisba memiliki rumah sakit pendidikan. Edi menyebutkan program tersebut merupakan bagian dari kontribusi Unisba terhadap pembangunan di Jabar.

Informasi terakhir, disampaikan Edi, tim Unisba masih mencari lahan untuk membangun rumah sakit pendidikan. Ia menyebutkan saat ini ada peluang untuk membeli lahan seluas 3 hektare di wilayah Arjasari Kab. Bandung.

"Kalau lahan ini bisa dibeli tahun ini, maka kami akan segera membangun pada tahun depan. Pembangunan ini linear dengan program Provinsi Jabar," ucapnya.***

Bagikan: