Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Sedikit awan, 24.7 ° C

Simulasi PPDB, Agar Pelayanan ke Masyarakat Optimal

Dewiyatini
PETUGAS melayani orang tua siswa yang akan mendaftarkan anaknya, saat simulasi Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), di SMA Negeri 2 Bandung, Jalan Cihampelas, Kamis (13/6/2019). Simulasi tersebut bertujuan untuk mempraktikkan Prosedur Operasional Standar (POS) PPDB kepada Disdik Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.*/ADE BAYU INDRA/PR
PETUGAS melayani orang tua siswa yang akan mendaftarkan anaknya, saat simulasi Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), di SMA Negeri 2 Bandung, Jalan Cihampelas, Kamis (13/6/2019). Simulasi tersebut bertujuan untuk mempraktikkan Prosedur Operasional Standar (POS) PPDB kepada Disdik Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG,(PR).- Demi memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menggelar simulasi pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), di SMA Negeri 2 Bandung, Rabu 12 Juni 2019.

Simulasi tersebut untuk mempraktikkan Prosedur Operasional Standar (POS) PPDB kepada Disdik kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Bahkan sejumlah sekolah, secara serentak juga menyelenggarakan simulasi pada Kamis 13 Juni 2019. Harapannya, sekolah dapat memberikan pelayanan optimal pada masyarakat saat pendaftaran PPDB pada 17-22 Juni 2019.

Kepala Disdik Jabar Dewi Sartika mengatakan, nantinya Kepala Disdik tingkat kabupaten/kota wajib mengedukasi seluruh kepala sekolah di wilayahya untuk menjalankan PPBD sesuai dengan POS dan regulasi yang telah ditetapkan.

“Target dari simulasi ini adalah memberikan informasi, terutama praktik situasi lapangan terkait dengan peningkatan pemahaman untuk alur pendaftaran pada saat PPDB,” katanya.

Dewi menyebutkan simulasi tersebut bisa menjadi model dan bisa dilihat oleh kepala sekolah dan kepala disdik tingkat kabupaten/kota. Ke depan, model tersebut dapat diaplikasikan di sekolah-sekolah yang lain.

Selama simulasi, Dewi memerankan sebagai orang tua siswa. Ia melewati sejumlah tahapan dalam pendaftaran. Ada beberapa tahap yang dia lakukan sampai pendaftaran selesai. Pertama, mengambil nomor antrean untuk pengecekan berkas-berkas. Nantinya, ada petugas PPDB dari sekolah bersangkutan memeriksa dan memastikan semua persyaratan ada dalam berkas. 

Berikutnya, dalam simulasi, orang tua siswa dan petugas PPDB akan menentukan titik koordinat atau jarak rumah ke sekolah bersangkutan. Jika titik koordinat telah ditentukan, orang tua siswa dan petugas wajib membuat kesepakatan lebih dulu sebelum memasukkan data pendaftaran ke dalam sistem.

Kemudian, orang tua siswa kembali mengambil nomor antrean untuk memasukkan data secara online. Orang tua siswa selanjutnya memilih jalur mana yang akan ditempuh --jalur zonasi, jalur prestasi, atau jalur perpindahan.

Jika orang tua siswa sudah selesai mengisi data secara online, mereka akan diberi bukti pendaftaran. Setelah itu, orang tua siswa tinggal menunggu hasil PPDB pada 29 Juni 2019.

“Mesti digarisbawahi, setiap jalur mempunyai syarat dan ketentuan, serta persentase penerimaan yang berbeda-beda,” ucapnya.

Sebagai informasi, persentase jalur zonasi itu 90 persen. Dari 90 persen itu, 20 persennya untuk jalur KETM, 15 persen untuk jalur zonasi kombinasi yang menggabungkan jarak dan hasil UN. Jadi, 55 persennya jalur zonasi murni. Sisanya, 5 persen jalur prestasi dan 5 persen jalur perpindahan.***

 

Bagikan: