Pikiran Rakyat
USD Jual 14.289,00 Beli 14.191,00 | Langit umumnya cerah, 23 ° C

400 Siswa SMA Trinitas Ikuti "Creative Writing"  

Erwin Kustiman
SEBANYAK 400 lebih siswa SMA Trinitas Bandung ikut serta workshop "Creative Writing" yang diselenggarakan PR Institute.*/ISTIMEWA
SEBANYAK 400 lebih siswa SMA Trinitas Bandung ikut serta workshop "Creative Writing" yang diselenggarakan PR Institute.*/ISTIMEWA

BANDUNG, (PR).- Sebanyak 400 lebih siswa SMA Trinitas Bandung ikut serta workshop "Creative Writing" yang diselenggarakan dalam acara Pendidikan Karakter dan Pelatihan Literasi, di Aula SMA Trinitas Bandung, Jln. Kebonjati, Bandung, Selasa 11 Juni 2019. Hadir sebagai pemateri Eriyanti Nurmala Dewi dari PR Institute.

Dalam paparannya, Eriyanti mengatakan, menulis itu mudah. Trik pertamanya adalah mulai saja dengan satu kata. Dari situ akan berlanjut menjadi banyak bahkan ribuan kata. Ibarat keran air, satu kata dapat menjadi pemantik yang kemudian mengalirkan banyak kata lainnya. 

Menurutnya, menulis merupakan proses kerja produktif dari berpikir tentang banyak hal. Mulai dari persoalan diri sendiri, lingkungan terdekat, sampai masalah-masalah yang mengglobal. Menulis tentang diri sendiri dan lingkungan terdekat, menjadi tips dan trik selanjutnya yang membantu memudahkan seseorang dalam menulis. 

"Seorang yang menekuni hobi, sepeda misalnya, dapat menuliskan tentang sepeda atau seseorang yang menekuni sastra dapat menulis puisi atau cerpen dan novel. Sebab tulisan bukan hanya alat komunikasi tetapi alat ekspresi dan aktualisasi diri," bebernya.

Tips dan trik lainnya adalah amati media yang akan menjadi sasaran pengiriman tulisan. Saat ini, kata lulusan komunikasi Unpad ini, sangat banyak media yang dapat menampung tulisan. Mulai dari media mainstream sampai media baru seperti media online, media sosial, sampai blog. 

Para blogger itu, kata Eriyanti, awalnya dari kebiasaan menulis tentang kebiasaan dan peminatan pemilik blog tersebut. Namun karena dikelola dengan baik dan intensif, blog dapat mendatangkan iklan tersendiri.

Dalam acara ini, peserta diajak untuk membuat tulisan dengan menggunakan gadget. Hanya dalam tempo enam puluh menit, para siswa sudah dapat mencurahkan pendapatnya ke dalam tulisan yang sangat berafam. Mulai dari menulis karya sastra seperti puisi, cerpen, sampau sinopsis novel. Ada juga yang menulis kritik politik, kritik film, sampai kritik kuliner dan feature destinasi wisata di Bandung. 

"Aku senang sekali bisa menulis seperti ini, tadinya sih kita nggak tahu tulisan kayak yang aku buat itu bisa dipublish, ternyata bisa lewa blog juga," ujar salah seorang peserta. 

Pasca acara ini ke depan, kata Woro, salah satu guru SMA Trinitas akan mengadakan lomba menulis. Diharapkan dengan workshop ini dapat menjadi pembekalan siswa dalam menulis.***

Bagikan: