Pikiran Rakyat
USD Jual 14.426,00 Beli 14.126,00 | Sedikit awan, 21.9 ° C

PPDB Terintegrasi dengan Web Sekolah 

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI penerimaan peserta didik baru (PPDB).*/DOK. PRFM
ILUSTRASI penerimaan peserta didik baru (PPDB).*/DOK. PRFM

SERANG, (PR).- Sistem Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) terintegrasi langsung dengan website sekolah. Sistem tersebut untuk memudahkan peserta yang akan mendaftar ke sekolah tersebut tanpa harus datang ke sekolah.

Hal tersebut diungkapkan Panitia PPDB Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banten, Rudi Prihadi, saat dihubungi wartawan Kabar Banten, Denis Asria, Selasa 11 Juni 2019.

"PPDB sistem terintegrasi dengan web sekolah tentu untuk mempermudahkan proses pendaftaran bagi calon siswa tanpa harus datang ke sekolah. Selain itu juga pada PPDB dilengkapi dengan google map sistem ini lebih mudah dibandingkan dengan tahun sebelumnya, karena peserta didik tinggal melihat peta di google untuk menentukan ke sekolah mana mereka bisa masuk," kata Rudi.

Ia mengatakan, dengan fitur PPDB dari Dinas Pendidikan dengan sekolah, agar siswa dapat mengenali sekolah yang dituju. Ini menjadi sebuah inovasi baru untuk proses penerimaan siswa baru secara online.

"Peserta dapat mengunjungi web sekolah yang dituju atau mengunjungi laman http://Banten.siap.ppdb.com. Dalam web tersebut terdapat pilihan yakni SMA dan SMK, jika SMA menggunakan 3 jalur yakni jalur zonasi, prestasi dan perpindahan orangtua, dan untuk SMK menggunakan jalur umum, prestasi serta perpindahan orangtua. Serta pendaftaran akan dibuka pada 17-22 Juni mendatang," tuturnya.

Ia mengatakan,sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2008 Tentang PPDB. Khusus untuk zonasi hanya pada jenjang pendidikan SMA yakni  domisili calon peserta didik baru yang lebih dekat dengan sekolah tujuan. 

"Sekolah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili lebih dekat dengan sekolah tujuan, serta melampirkan kartu keluarga atau surat keterangan domisili. Hal tersebut dilakukan sebagai pemetaan pendidikan agar tidak ada sekolah fovorit dan tidak," katanya.***

Bagikan: