Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian berawan, 20.7 ° C

PPDB Purwakarta Alokasikan 5 Persen Kuota untuk Hafiz

Hilmi Abdul Halim
MEMBACA Al Quran.*/REUTERS
MEMBACA Al Quran.*/REUTERS

PURWAKARTA, (PR).- Penerimaan Peserta Didik Baru tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kabupaten Purwakarta menerapkan sistem zonasi 90 persen. Pemerintah daerah juga menyiapkan kouta lima persen bagi penghafal Al Quran (Hafiz).

Sistem zonasi itu diatur dalam Peraturan Bupati Purwakarta nomor 80/2019 tentang PPDB dan Zonasi Tahun Ajaran 2019/2020. "PPDB tahun ini penerimaannya terdiri dari tiga jalur yang didominasi jalur zonasi (90 persen)," kata Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta Purwanto, Rabu, 12 Juni 2019.

Jalur zonasi diukur berdasarkan jarak tempat tinggal calon peserta didik ke sekolah yang dituju. Sedangkan jalur lainnya tidak ditentukan oleh jarak melainkan indikator prestasi dan mengikuti penempatan tugas orang tua siswa.

Untuk jalur prestasi, penerimaan peserta didik berdasarkan prestasi akademik mereka yakni peraih 10 besar nilai tertinggi Ujian Sekolah Bersama Nasional tingkat SD. "Bisa juga prestasi hasil perlombaan dan kecakapan Tahfiz Al Quran," kata Purwanto.

Sedangkan, jalur perpindahan tugas orang tua wali perlu dibuktikan surat keputusan penugasan atau perpindahan dari isntansi terkait. Sama halnya dengan jalur prestasi, pemerintah daerah juga membatasi kouta jalur tersebut sebanyak lima persen.

"Pendaftaran untuk jenjang SMP dilakukan secara online. Sementara, jenjang TK dan SD masih offline (datang langsung ke sekolah bersangkutan)," ujar Purwanto menambahkan. Ia meyakinkan aturan PPBD di daerahnya menyesuaikan aturan dari pusat.

Regulasi yang dimaksud ialah Peraturan Menteri Pendidikan nomor 51/2018 tentang PPDB untuk seluruh tingkatan sekolah. Selain itu, PPDB juga diatur dalam Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 1/2019 dan Menteri Dalam Negeri nomor 420/2973/SJ tentang Pelaksanaan PPDB.

Bahkan surat edaran bersama tersebut mulai disosialisasikan ke setiap sekolah karena menjelang tahun ajaran baru. Sosialisasi itu sekaligus untuk mengawasi persiapan pelaksanaan PPDB yang dilakukan pengurus sekolah masing-masing.***

Bagikan: