Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sedikit awan, 25.5 ° C

40.000 Mahasiswa Jalani KKN Kewirausahaan

Dhita Seftiawan
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

JAKARTA, (PR).- Sebanyak 40.000 mahasiswa akan melaksanakan kuliah kerja nyata kewirausahaan di sepuluh perguruan tinggi hingga 2021. Sebanyak 10 kampus tersebut tergabung dalam KKN Kewirausahaan yang telah menandatangani nota kesepahaman dengan USAID Mitra Kunci Initiative. 

Perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Padjajaran, Universitas Suryakancana, Universitas Siliwangi, Universitas Kuningan, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Jember, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, dan Universitas Muhammadiyah Malang. 

Direktur Pembelajaran Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Paristiyanti Nurwardani mengatakan, nota kesepahaman menjadi payung bagi kerja sama di antara para pihak dalam mengembangkan dan melaksanakan kegiatan KKN Kewirausahaan. 

USAID Mitra Kunci Initiative memberikan dukungan dalam bentuk pengembangan kurikulum pelatihan, modul panduan, mekanisme pemantauan, dan evaluasi dalam penyelenggaraan KKN Kewirausahaan. 

USAID Mitra Kunci Initiative juga membantu penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) bagi para dosen pembimbing KKN Kewirausahaan yang mencakup 205 dosen (63 dosen untuk ToT nasional dan 142 dosen ToT tingkat Perguruan Tinggi) dari 57 universitas di provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa timur.

“KKN tematik kewirausahaan merupkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa sebagai peserta dan dosen sebagai pembimbing dengan fokus pada tema kewirausahaan,” kata Paristiyanti di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019.

Ia menuturkan, penyelenggaraan KKN Kewirausahaan bukan hanya sebagai upaya perguruan tinggi memberi kecakapan kewirausahaan, tetapi juga merupakan pelaksanaan dari Tri Dharma perguruan tinggi. Program tersebut didesain untuk mendorong para sarjana mampu mengembangkan wirausaha sehingga membuka lapangan pekerjaan.

"USAID melalui inisiatif pengembangan ketenagakerjaan, berkomitmen untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam menyiapkan kaum muda menghadapi situasi ketenagakerjaan global abad 21,” ujar Director of Office of Human, Capacity and Partnerships (HCP) USAID Indonesia Thomas Crehan,.

Menurut dia, Isu kaum muda menjadi penting karena Indonesia adalah salah satu pemain global dalam dunia ekonomi. Hampir setengah populasi Indonesia adalah kaum muda di bawah usia 30 tahun.

Kendati demikian, menurut data Bank Dunia, pengangguran muda (usia 15-24) masih sangat tinggi yakni sekitar 16%. “Setiap tahun 2,5 juta orang memasuki dunia kerja, namun sebagian besarnya adalah pekerjaan dengan kecakapan dan upah rendah,” katanya.

Ia menuturkan, selain memberi dukungan pada universitas, USAID Mitra Kunci Initiative juga memberikan dukungan teknis pada Balai Latihan Kerja (BLK) serta Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK). USAID memberikan pelatihan bagi calon tenaga kerja baik dalam keterampilan teknis (hard skill) maupun keterampilan non teknis (soft skill). 

“Kami juga membantu meningkatkan kualitas pemagangan, informasi pasar kerja serta bekerja sama dengan mitra lokal dalam mencarikan penempatan bagi calon tenaga kerja yang sudah dilatih,” katanya.***

Bagikan: