Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Cerah berkabut, 31.2 ° C

Menristekdikti Berharap Metode Baru SBMPTN Tingkatkan Tingkat Keberhasilan Peserta

Dhita Seftiawan
MENRISTEKDIKTI Mohamad Nasir menyampaikan paparannya saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019. Raker membahas peran Kementerian Ristek Dikti dalam mendorong peningkatan jumlah paten di Indonesia serta status kelembagaan pusat-pusat penelitian di bidang iptek.*/ANTARA FOTO
MENRISTEKDIKTI Mohamad Nasir menyampaikan paparannya saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019. Raker membahas peran Kementerian Ristek Dikti dalam mendorong peningkatan jumlah paten di Indonesia serta status kelembagaan pusat-pusat penelitian di bidang iptek.*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir berharap metode baru yang diterapkan dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dapat meningkatkan keberhasilan peserta untuk diterima di PTN. Pada tahun ini, SBMPTN tidak lagi dilakukan dengan menggelar tes di masing-masing kampus, tetapi mengunakan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang diselenggarakan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Nasir menegaskan, dengan mengantongi nilai UTBK, para pendaftar dapat memilih lebih selektif program studi dan kampus tujuan dengan mempertimbangkan tingkat keterterimaan yang tinggi. Menurut dia, UTBK akan menjadi metode yang akan terus diterapkan setiap tahun dalam SBMPTN.

"Jadi UTBK sudah berjalan, sudah dapat nilai, dipersilakan seluruh peserta atau seluruh anak Indonesia yang sudah ikut UTBK mendaftar sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Calon mahasiswa bisa mencari kampus negeri terbaik berdasarkan nilai UTBK yang mereka raih,” kata Nasir, saat Halalbihalal Idulfitri di Gedung BPPT, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019.

Ia berharap, setiap siswa dapat mendaftar ke program studi di dan PTN yang sesuai dengan minat, bakat juga kemampuannya. Dengan demikian, tingkat keberhasilan mahasiswa setelah lulus sarjana akan lebih baik. Ia mengklaim, metode baru tersebut lebih transparan dan dapat mengukur kompetensi masing-masing peserta lebih presisi.

”Mudah-mudahan orang mendaftar sesuai dengan apa yang diminati terhadap bidang ilmu yang telah dipilih, dengan kemampuan UTBK yang telah dicapai. Ya, supaya nanti orang biar lebih real. Supaya tingkat kegagalan anak itu lebih rendah, mendaftar lebih sesuai dengan minat dan bakat anak masing-masing," ujarnya.

Bagi siswa yang tidak lolos di jalur SBMPTN masih dapat mendaftar di jalur Ujian Mandiri di PTN yang membuka jalur tersebut. Sesuai dengan Peraturan Menristekdikti Nomor 60 Tahun 2018, ujian mandiri memiliki kuota maksimal 30 persen dari total kuota yang tersedia untuk masing-masing PTN. "Jadi cukup besar lah. Masih banyak. Masih mungkin dilakukan," terangnya.

Pendaftaran SBMPTN 2019 mulai dibuka hari ini pukul 13.00 WIB dan berakhir pada 24 Juni 2019. Hasil SBMPTN 2019 diumumkan pada 9 Juli 2019 pukul 15.00 WIB. Persyaratan untuk mendaftar di jalur SBMPTN 2019 adalah wajib mengikuti UTBK. Ujian ini dapat diikuti oleh siswa lulusan 2017, 2018, dan 2019 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat, serta Paket C lulusan 2017, 2018, dan 2019.

Kepala LTMPT Ravik Karsidi menegaskan, UTBK menggunakan soal-soal ujian yang dirancang sesuai kaidah akademik. Menurut dia, tes ini dapat memprediksi keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi. Pengelolaan dan pengolahan data untuk kepentingan seleksi jalur SBMPTN dilakukan LTMPT yang merupakan satu-satunya lembaga penyelenggara tes perguruan tinggi terstandar di Indonesia.

Materi yang diujikan dalam UTBK 2019 adalah soal Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). TPS bertujuan mengukur kemampuan kognitif, terdiri atas kemampuan penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis. Sementara TKA mengukur pengetahuan dan pemahaman keilmuan yang diajarkan di sekolah.***

Bagikan: