Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 19.8 ° C

Warga Cimahi Waswas PPDB 2019 Belum Berlangsung

Ririn Nur Febriani
null
null

CIMAHI, (PR).- Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna mengaku nyaris setiap hari menerima masyarakat yang mempertanyakan soal penerimaan peserta didik baru (PPDB) Kota Cimahi tahun ajaran 2019/2020. Pemkot Cimahi memastikan PPDB menerapkan sistem zonasi sesuai aturan.

Demikian diungkapkan Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna disela-sela apel di pelataran kompleks Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Senin, 25 Mei 2019.

"Iya, hampir tiap hari menerima masyarakat yang mempertanyakan soal PPDB Kota Cimahi. Terutama karena daerah sekitar sudah mulai berlangsung jadi warga Cimahi agak waswas yah," ujarnya.

Pihaknya memastikan PPDB 2019 bakal segera berlangsung. "PPDB disiapkan dinas teknis ya. Mudah-mudahan bisa menjawab keresahan masyarakat soal zonasi. Kita pastikan semua anak harus bersekolah," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Hendra Gunawan mengatakan, kepastian PPDB Kota Cimahi tahun ajaran 2019/2020 dimulai 1-6 Juli 2019. "Kita buka PPDB mulai 1 Juli. Disiapkan zonasi untuk SMP 13 zonasi dan 50 untuk SD," ungkapnya.

Pihaknya memastikan informasi tersebut sudah disampaikan ke sekolah dan masyarakat. "Dalam minggu ini dilakukan uji publik. Kita lihat uji tersebut untuk melihat kelayakan zonasi tersebut, sekaligus sosialisasi kepada masyarakat. Namun, dalam uji publik tersebut tidak bisa lagi merubah zonasi," katanya.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 menegaskan porsi zonasi sebanyak 90 persen. Termasuk siswa kurang mampu, siswa berprestasi, dan siswa berkebutuhan khusus. Sisa kuota 5 persen untuk siswa berprestasi luar zonasi dan sisanya 5 persen siswa pindahan.

"Penetapan sistem zonasi suatu keharusan. Kalau tidak, nanti siswa enggak bisa dapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS),"  katanya.

Sistem PPDB lewat undangan dari sekolah diakui Hendra belum bisa diterapkan tahun ini. "Untuk tahun ini, orangtua yang mendaftar ke sekolah. Baru tahun depan kita terapkan sistem undangan dari sekolah karena harus buat aplikasi dulu sampai perangkat sekolah siap," ungkapnya.***

Bagikan: