Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Langit umumnya cerah, 16.3 ° C

UT Gunakan NIK e-KTP untuk Hindari Data Palsu Mahasiswa

Dhita Seftiawan
REKTOR Universitas Terbuka Ojat Darojat (kiri) dan Direktur Fasilitasi dan Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Gunawan sepakati kerja sama pemanfaatan NIK di Kampus UT, Tangerang Selatan, Senin, 20 Mei 2019.*/DHITA SEFTIAWAN/PR
REKTOR Universitas Terbuka Ojat Darojat (kiri) dan Direktur Fasilitasi dan Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Gunawan sepakati kerja sama pemanfaatan NIK di Kampus UT, Tangerang Selatan, Senin, 20 Mei 2019.*/DHITA SEFTIAWAN/PR

TANGERANG SELATAN, (PR).- Universitas Terbuka mulai menerapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdata di KTP elektronik untuk menyelenggarakan ujian jarak jauh berbasis online. NIK juga dipakai untuk mendata mahasiswa, dosen, dan civitas akademika. Pemanfaatan data tersebut bertujuan untuk menghindari adanya data palsu atau ganda.

“Data kemahasiswaan ini bisa untuk semua aspek. Ke depannya, e-KTP menjadi satu-satunya data yang wajib diserahkan calon mahasiswa saat mendaftar. Memanfaatkan data tunggal sebagai rujukan utama menjadi kemajuan bagi UT,” kata Rektor UT Ojat Darojat usai penandatanganan kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri di Kampus UT, Tangerang Selatan, Senin, 20 Mei 2019.

Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani Ojat dan Direktur Fasilitasi dan Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Gunawan. UT menjadi perguruan tinggi ke-5 yang menjadi mitra Kemendagri dalam pemanfaatan e-KTP sebagai data primer mahasiswa.

Ojat menuturkan, dengan bisa mengakses NIK di Kemendagri, UT akan mampu memverifikasi mahasiswanya di seluruh Indonesia secara akurat. Sebagai perguruan tinggi yang sepenuhnya berbasis perkuliahan online, NIK berfungsi sebagai alat untuk memvalidasi data mahasiswa UT.

“Potensi adanya pemalsuan data bisa dicegah. Tidak bisa lagi menggunakan NIK palsu untuk daftar di UT. Sebagai pelopor yang menggelar pendidikan jarak jauh, kami harus terus berinovasi dan beradaptasi dengan teknologi. Agar masyarakat semakin percaya kepada kualitas lulusan UT,” ucapnya.

Gunawan menuturkan, setiap orang memiliki NIK yang berbeda dan unik. Saat ini sudah ada lima perguruan tinggi yang bekerjasama terkait akses data NIK. Empat kampus lainnya adalah Universitas Moestopo Jakarta, Universitas Negeri Solo, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan Universitas Diponegoro Semarang.

“Kerja sama dengan kampus banyak manfaatnya. Di antaranya adalah sosialisasi kepada mahasiswa untuk segera melakukan perekaman e-KTP. Kemudian juga pendataan nomor ijazah dan dimasukkan ke data kependudukan Kemendagri,” katanya.

Full online

Ojat menyatakan, UT sudah tidak lagi menggelar ujian tatap muka. Selain paper less, semua mahasiswa UT bisa mengikuti ujian di segala tempat yang terhubung dengan jaringan. Menurut dia, UT melakukan metode perkuliahan jarak jauh untuk menjangkau semua penduduk tanpa terhalang jarak dan biaya.

“Kami memberikan bahan ajar yang interaktif dan bisa diunduh secara gratis. Bukan hanya pas ujian, bentuk perkuliahannya pun papper less, full online. Kami berevolusi dari kampus yang menggelar perkuliahan jarak jauh secara tradisional menjadi modern,” kata Ojat.***

Bagikan: