Pikiran Rakyat
USD Jual 14.289,00 Beli 14.191,00 | Sebagian berawan, 23 ° C

Seruan Majelis Rektor PTN Indonesia: Jaga Persatuan Bangsa

Catur Ratna Wulandari
REKTOR ITB yang juga Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) didampingi para rektor anggota membacakan pernyataan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia di Halaman Rektorat ITB, Sabtu 18 Mei 2019.*/  HUMAS ITB
REKTOR ITB yang juga Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) didampingi para rektor anggota membacakan pernyataan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia di Halaman Rektorat ITB, Sabtu 18 Mei 2019.*/ HUMAS ITB

BANDUNG, (ITB).- Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menyerukan pentingnya menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. Seruan ini menyikapi kondisi bangsa setelah Pemilu dan menjelang penetapan hasil Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 2019.

Sedikitnya 87 rektor dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menandatangani pernyataan pentingnya persatuan bangsa. Deklarasi dilaksanakan di Gedung Rektorat Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 18 Mei 2019. Sekitar 23 orang rektor serta wakil rektor hadir dalam deklarasi itu.

Rektor ITB Kadarsyah Suryadi selaku Ketua Umum MRPTNI membacakan pernyataan yang berisi tujuh poin itu. "Seluruh tujuan luhur negara Indonesia hanya bisa diwujudkan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kuat dan utuh," bunyi poin pertama seperti tertulis dalam siaran pers.

Kedua, kebangkitan Bangsa Indonesia untuk mewujudkan masa depan yang makmur, berkemajuan, berkeadilan, berdaulat, dan bermartabat hanya dapat dicapai melalui terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa yang dilandasi persaudaraan seluruh elemen bangsa. Ketiga, segala bentuk perbedaan pendapat maupun sikap politik tetap berada dalam koridor negara hukum berdasar Pancasila dan konstitusi UUD 1945.

"Kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Bangsa yang besar adalah yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan," bunyi poin keempat.

Selanjutnya, masa depan Bangsa Indonesia yang lebih makmur, berkemajuan, berkeadilan, berdaulat, dan bermartabat hanya dapat diwujudkan melalui penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya. Penguasaan itu sebagai prasyarat bagi terwujudnya masa depan Bangsa Indonesia yang lebih baik hanya dapat diakselerasi dalam suasana kebangsaan yang penuh kedamaian dan kerukunan.

"Oleh karena itu kami Majelis Rektor Perguruan Tinggi Indonesia mengimbau seluruh elemen Bangsa Indonesia untuk senantiasa mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan bangsa, menghormati perjuangan serta pengorbanan jiwa raga para pahlwan bangsa dan menjunjung tinggi amanat para pahlawan yang telah mewujudkan persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Kadarsyah.

Pernyataan itu ditandatangani oleh Kadarsyah dan Rektor Universitas Hasanuddin Dwia Aries Tina Palubuhu selaku Sekretaris Jenderal MRPTNI. Tercantum pula 87 pimpinan PTN anggota MRPTNI.

Hadir pada deklarasi itu Pelaksana Tugas Rektor Universitas Padjadjaran Rina Indiastuti, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Asep Kadarohman, Rektor Universitas Siliwangi Rudi Priyadi, Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Mahmud, Rektor Institut Seni dan Budaya Indonesia Bandung Een Herdiani, Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang Wahyudin Zarkasi, dan Direktur Politeknik Manufaktur Negeri Bandung Dede Buchori Muslim. (Catur Ratna Wulandari)***

 

REKTOR ITB yang juga Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) didampingi para rektor anggota membacakan pernyataan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia di Halaman Rektorat ITB, Sabtu 18 Mei 2019.*/ FOTO: HUMAS ITB

 

Bagikan: