Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian berawan, 20.5 ° C

Selamat Tinggal Era Sekolah Unggulan

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI penerimaan peserta didik baru (PPDB).*/DOK. PRFM
ILUSTRASI penerimaan peserta didik baru (PPDB).*/DOK. PRFM

SERANG, (PR).- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun akademik 2019/2020 tingkat SMA/SMK akan menggunakan dua sistem. Pertama pendaftaran bisa langsung menggungakan online. Kedua bagi orangtua yang belum mengerti tentang proses PPDB akan dibantu untuk proses pendaftaran dengan mendatangi sekolah, nanti ada petugas sekolah yang akan menginput ke dalam jaringan (online).

Hal tersebut diungkapkan. Pelaksana Tugas (PLt) Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banten Ujang Rafiudin, di Disdikbud Banten, Selasa 14 Mei 2019.

“PPDB tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudyaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018, yang merupakan landasan bagi sekolah dan pemerintah daerah untuk membuat regulasi proses PPDB pada tingkat Taman Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA dan SMK, penerimaan peserta didik tersebut tahun 2019/2020 menggunakan sistem zonasi serta dalam prosesnya menggunakan dua sistem,” kata Ujang kepada wartawan Kabar Banten, Deni Asria.

Ia menjelaskan, sesuai dengan kewenangan, Disdikbud Banten mendapatkan tanggung jawab untuk mengelola PPDB pada tingkat Sekolah Khusus (SKh), SMA/SMK. PPDB tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya yakni menggunakan sistem zoansi 90 persen, yakni siswa yang berada di sekitar sekolag tersebut dapat diterima untuk bersekolah di SMA Negeri, tanpa melihat kondisi ekonomi, sosial dan nilai, selama daya tampung terpenuhi.

“5 persen untuk pelajar yang memiliki prestasi akademik dan nonakademik walaupun bukan dalam satu zona. Kemudian 5 paersen lagi untuk pelajar pindahan karena ikut orangtua yang pindah tugas, dengan catatan ada  surat tugas dari lembaga terkait orangtua yang ditugaskan, ataupun orangtua yang tinggal di satu zonasi namun anak tersebut berada diluar zonasi, siswa tersebut tetap bisa mendaftarakan dengan menggunakan Kartu Keluarga,” tuturnya.

Selain itu, Ia mengatakan, untuk jenjang pendidikan SMK dan SKh, sistem zonasi tidak diberlakukan, tidak hanya itu pada PPDB tidak digunakannya lagi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), saat masuk ke sekolah negeri tertentu.

Pemerintah Pusat sudah mengambil kebijakan untuk menghilangkan sekolah unggulan atau sekolah favorit, hal tersebut bertujuan untuk menciptakan pemerataan pendidikan.Dengan kata lain selamat tinggal era sekolah unggulan/favorit

“Disdikbud Banten siap menjalankan regulasi baru pada PPDB tahun ini. Selain SMK dan SKh yang tidak perlu mengikuti sistem zonasi, sekolah binaan pemerintah daerah seperti Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) Pandeglang yang sudah membuka pendaftaran dan memiliki kuota 150 peserta didik, tidak harus menggunakan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018,” ujarnya.

Ia mengatakan, nanti Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Banten yang menyediakan jaringan. Sedangkan untuk penentuan zonasi akan kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKAB) Banten.

“Salah satu upaya yang akan kami lakukan dalam waktu dekat. kami akan akan melaksanakan rapat dengan dinas pendidikan kabupaten dan kota untuk pembagian kuota," katanya.***

Bagikan: