Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Langit umumnya cerah, 22.1 ° C

Usai Lulus Kuliah, Tujuh Mahasiswa Membakar Batu

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi upacara bakar batu.*/TRIPHOLIDAY
FOTO ilustrasi upacara bakar batu.*/TRIPHOLIDAY

WASHINGTON DC (PR).-  Tujuh putra-putri terbaik Papua lulus dari Universitas Corban, Oregon, Amerika. Salah seorang di antaranya bahkan lulus dengan predikat magna cum laude. Gubernur Papua Lukas Enembe bersama istri datang langsung untuk menyaksikan saat membanggakan itu, yang dilanjutkannya dengan upacara tradisional bakar batu sebagai ungkapan rasa syukur.

“Kami buat bakar batu yang cukup bagus di dekat asrama mahasiswa di pinggiran kampus Oregon itu. Kami undang seluruh mahasiswa dan warga di sekitarnya. Dalam upacara tradisional seperti itu dosen-dosen mereka dan juga saya sendiri memberi pesan dan nasehat untuk kehidupan mereka kelak. Kita sambut mereka, bangga dan beri penghargaan buat mereka. Benar-benar suasana kekeluargaan yang mengharukan,” kata Lukas yang dihubungi VOA lewat telefon.

Sherina Fernanda mahasiswa Papua yang lulus dengan predikat magna cum laude, kini sudah mendapat tawaran melanjutkan pendidikan strata dua dari tiga kampus bergengsi lain di Amerika. Hanya Sherina masih pikir-pikir, bahkan ada keinginan ingin cepat pulang kampung ke Papua.

“Saya pribadi malah ingin pulang ke Papua. Saya rindu Papua. Memang benar seperti kata Bapak Gubernur bahwa anak-anak Papua bisa mengharumkan nama Papua dan Indonesia dimana pun juga, tidak perlu harus dari Papua. Dengan kita bekerja dan berprestasi di tempat lain, kita bisa bantu Papua dan Indonesia dari tempat itu. (Tetapi kenapa Sherina justru ingin pulang?) Saya memang memimpikan pulang kembali dan bekerja di Papua. Saya asli dari Biak, tetapi tinggal di Jayapura. Saya ingin pulang," aku Sherina.

Sherina Fernanda memang berbeda dengan mahasiswa kebanyakan. Selain kuliah, sehari-hari ia juga bekerja sambilan dengan memberikan tutoring atau semacam les pribadi kepada mahasiswa lain yang membutuhkan tambahan bimbingan.

“Tapi saya selalu libur pada hari Sabtu agar saya bisa mendekatkan diri pada Tuhan, bisa tetap membaca Alkitab, dan baru kemudian bertemu teman-teman dan beristirahat. Bagaimana pun hidup kita harus balanced khan?,” tambahnya.

Terkait upacara bakar batu, makin membuat Sherina kangen akan tanah Papua. “Bakar batu ini tradisi dari Papua. Adik-adik kami yang tadinya ingin buat untuk wisuda, tapi begitu tahu Bapak Gubernur datang, kami ajak sama-sama datang. Ini kedua kalinya kami buat upacara bakar batu karena kami merasa bersyukur sekali dengan apa yang sudah diraih, dan berpikir mengapa tidak buat upacara tradisional kita di sini. Teman-teman bule saya banyak yang surprise melihat bakar batu,” tutur Sherina.

Mengakhiri pembicaraan dengan VOA, Sherina Fernanda mengatakan sedang mempertimbangkan apakah akan melanjutkan pendidikannya terlebih dahulu baru pulang ke Papua, atau pulang kampung dulu baru kuliah lagi. “Yang pasti saya ingin pulang,” tegasnya.***
 

Bagikan: