Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 19.8 ° C

Usai Sekolah, Jeewan Harus Jalan Kaki Lima Hari untuk Pulang ke Rumahnya

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi, pegunungan Himalaya.*/NAVESH CHITRAKAR/RETUTERS
FOTO ilustrasi, pegunungan Himalaya.*/NAVESH CHITRAKAR/RETUTERS

KATHMANDU, (PR).- Ada banyak desa di pegunungan Himalaya yang sangat sulit diakses. Demi pendidikan, banyak orang tua merelakan anak mereka dikirim ke kota.

Mereka pun harus rela putus kontak selama belasan tahun karena tidak adanya alat komunikasi yang bisa menjangkau desa.

Salah satu anak yang dikirim bersekolah ke ibu kota Kathmandu adalah Jeewan. Dia baru berusia empat tahun waktu itu.

"Yang saya ingat hanya senyum di wajah ibu dan ayah. Tapi di mata mereka ada penderitaan," kata Jeewan yang dikutip BBC.

Selama 12 tahun bersekolah dan putus komunikasi dengan kampung halaman, Jeewan kembali pulang. Dia harus dua kali naik pesawat dan mendaki selama lima hari demi bisa bertemu dengan ibunya.

Perjalanan yang sangat melelahkan dan penuh risiko. Namun Jeewan harus melakoninya untuk bisa pulang ke kampung halaman. Di desa terpencil itu, memang tak ada sekolah. Selama ini Jeewan menimba ilmu di Snowland, sekolah gratis dan itu hanya ada Kathmandu.

setelah sampai di desanya, Jeewan sangat kaget. Suasananya sangat berbeda dengan Kathmandu. Jeewan tidak mendapatkan sanitasi yang baik. Desanya sangat terbelakang. Dia juga hampir tak mengenal orangtuanya. Namun, ketika disambut, Jeewan melihat ada raut kegembiraan dan bahagia pada orangtuanya.

Orangtuanya sudah menganggap Jeewan sebagai orang yang berpendidikan. Jeewan pun tahu balas budi ingin membahagiakan orangtuanya. Dia bertekad, berbekal dengan ilmu yang didapatnya, ingin membangun desanya hingga tidak terbelakang lagi.

Kisah perjalanan hidup Jeewan ini dituangkan dalam film dokumenter. ceritanya yang menggugah itu, membuat film tersebut diganjar penghargaan.***
 

Bagikan: