Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 23.6 ° C

Perusahaan Cari Pekerja Berpengalaman, Sarjana Baru Sulit Dapat Pekerjaan

Catur Ratna Wulandari
PENGUNJUNG sedang mendapat informasi di salah satu tenan Job Fair Unikom 2019 di Auditorium Miracle Kampus Universitas Komputer Indonesia, Selasa 30 April 2019.*/ DOK. HUMAS  UNIKOM
PENGUNJUNG sedang mendapat informasi di salah satu tenan Job Fair Unikom 2019 di Auditorium Miracle Kampus Universitas Komputer Indonesia, Selasa 30 April 2019.*/ DOK. HUMAS UNIKOM

 BANDUNG, (PR).-  Sarjana baru merasa kesulitan mendapatkan pekerjaan karena banyak perusahaan mencari tenaga kerja yang berpengalaman.

Aditya Mahyudi (22) mengaku, kerap terbentur  oleh syarat pengalaman kerja. Sebagai sarjana baru, ia belum mempunyai pengalaman yang sesuai dengan kualifikasi yang diperlukan perusahaan.

"Tapi ada perusahaan yang mau memperhitungkan magang, untungnya saya pernah magang," kata Aditya, saat mengikuti Job Fair Unikom 2019 di Auditorium Miracle Kampus Universitas Komputer Indonesia, Selasa 30 April 2019.

Lulus tahun lalu, sarjana sastra Inggris ini sekarang menjadi pekerja lepas. Kini ia ingin bekerja tetap bidang penulisan kreatif. Meski sudah banyak platform digital untuk pencarian kerja, ia merasa bursa kerja masih diperlukan.

"Kalau di website kadang informasi tentang pekerjaan itu tidak lengkap. Kalau di jobfair begini, saya bisa tanya langsung soal pekerjaannya. Mereka juga bisa menunjukkan langsung bagaimana bekerja di perusahaan mereka," tuturnya.

Hal serupa juga dialami oleh Dewinta (23). Ia juga kerap tidak percaya diri memasukkan lamaran yang mensyaratkan pengalaman kerja. "Tapi kadang nekat saja," ujarnya.

Ia percaya, kemampuannya bisa diuji saat menjalani tes. Oleh karenanya ia perlu tahu betul posisi dan perusahaan apa yang ia incar. Alasan itu yang membuatnya tertarik mengikuti bursa kerja.

Divisi Bimbingan Konseling dan Career Centre Unikom Lilis Puspitawati mengatakan, banyak sarjana baru yang punya keinginan untuk memulai kariernya di perusahaan besar dengan posisi yang menjanjikan. Faktor pengalaman kerja kerap menjadi penghambat.

Meski begitu, bukan berarti tak ada lagi peluang bagi sarjana baru. Jika setiap lulusan perguruan tinggi mempunyai kompetensi yang memadai, kesempatan berkarier selalu terbuka.

Ia mengatakan, job fair merupakan upaya kampus memfasilitasi lulusannya bertemu dengan perusahaan atau mitra lain sebagai pengguna para sarjana itu. Unikom biasanya menggelar job fair dua kali dalam setahun.

"Kali ini job fair diadakan sehari, nanti yang Oktober dua hari," ujarnya.

Lilis mengatakan, meski saat ini lamaran bisa dimasukkan dengan mudah menggunakan teknologi yang kian canggih, job fair ini menjadi momentum untuk berkomunikasi langsung dengan pihak penyedia lapangan kerja. Ia yakin melalui pertemuan tatap muka itu kedua pihak mendapatkan keuntungan.***

 

 

 

 

Bagikan: