Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 24 ° C

“Friends with Benefits” dan “One Night Stand” Membawa Mahasiswa UPI Mendapat Dana Hibah Kemenristek Dikti

Erwin Kustiman
null
null

BANDUNG, (PR).- Kelompok mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mendapatkan hibah Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2019 melalui skim Penelitian Sosial Humaniora dari Kemenristekdikti, belum lama ini. Kelompok ini tertarik untuk  mengetahui perubahan pola berhubungan mahasiswa yang dilakukan dengan lawan jenis yang terikat dengan kehidupan percintaan. Judul yang diangkat dalam penelitian  mereka adalah Fenomena “Unconditional Love (Friends with Benefits dan One Night Stand)” di kalangan mahasiswa.

Pada rilis yang diterima Pikiran Raktar Online, Kamis 25 April 2019, Wakil Dekan III Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) UPI Dr Yeni Siti Nurbayani, MSi, menjelaskan kelompok penelitian mahasiswa tersebut diketuai oleh Frismayanti Fitrianingrum dengan anggota Yanuar Debi Andriani  (Pendidikan Sosiologi 2017) dan Zihfa Anzani Saras Isnenda (Ilmu Komunikasi 2016).

Permasalahan mahasiswa saat ini bermacam-macam, tidak hanya yang berkutat di dalam masalah  pendidikan namun juga ranah lain seperti masalah sosial, psikis juga ekonomi,” ungkap Yeni.

Ia mengatakan, dalam menjalani hubungan pertemanan,  kasus mahasiswa  yang belum matang terutama dalam menjalin hubungan dengan orang-orang di sekitarnya cukup banyak ditemui. “Friends with benefits atau yang juga di kenal  dengan istilah teman tapi mesra serta one night stand dengan kata lain yaitu cinta satu malam adalah hubungan yang selama satu tahun ke belakang ini menjadi suatu fenomena yang ada di dalam kehidupan kemahasiswaan,” ujar Yeni.

Lebih jauh Yeni Nurbayani menguraikan data awal yang didapatkan kelompok mahasiswa peneliti menguak informasi bahwa dari sebanyak 287 responden yang berstatus sebagai mahasiswa di universitas negeri dan swasta di Bandung menunjukkan persentase yang signifikan dalam “gaya hidup” tersebut. Sebanyak 274 dari 287 mahasiswa dan mahasiswi perguruan tinggi di Bandung pernah menjalin hubungan friends with benefits dan one night stand ini.

Temuan yang menjadi titik fokus di dalam penelitian ini adalah sebanyak 186 responden mengatakan bahwa pendorong utama mereka menjalin hubungan ini adalah untuk memenuhi hasrat seksual.

            Ia menjelaskan, setelah tim PKM ini dinyatakan lolos dalam pendanaan, pendalaman penelitian dilakukan untuk mendapatkan data-data terbaru mengenai fenomena unconditional love (friends with benefits dan one night stand) ini. “Diharpkan berbagai lini di masyarakat dapat melihat bahwa di zaman ini, khususnya di dalam kehidupan percintaan remaja, telah terjadi perkembangan istilah-istilah yang dilakukan dalam relasi cinta antarlawan jenis yang masing-masing jenis hubungan ini mempunyai karakteristiknya masing-masing,” ucap Yeni.

         Saat ini, penelitian masih berlanjut dan diharapkan hasil dari penelitian ini dapat menjadi pembentang sebab musabab munculnya fenomena tersebut yang kemudian dapat melahirkan cara menangkal atau memberi solusi yang baik. “Dengan demikian, mahasiswa dapat fokus menuntut ilmu tanpa diganggu masalah pribadi yang menjurus pada seksualitas menyimpang. Hal tersebut penting, mengingat mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus siap jiwa raga dalam menghadapi berbagai masalah bangsa di kemudian hari,” katanya menegaskan.***

 

Bagikan: