Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Berawan, 21.6 ° C

Satu Persen Harta Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno Bisa Bantu 18.000 Orang

Yusuf Wijanarko
ANAK-ANAK pengungsi banjir bandang Sentani bermain di halaman Kantor Bupati Jayapura yang dijadikan tempat pengungsian di Sentani, Jayapura, Papua, Kamis 21 Maret 2019.*/ANTARA
ANAK-ANAK pengungsi banjir bandang Sentani bermain di halaman Kantor Bupati Jayapura yang dijadikan tempat pengungsian di Sentani, Jayapura, Papua, Kamis 21 Maret 2019.*/ANTARA

MESKI kelak tidak terpilih menjadi pemimpin negara, para kandidat capres dan cawapres tetap bisa berkontribusi banyak untuk rakyat Indonesia. Misalnya, secuil kekayaan mereka bisa diberdayakan untuk menangani masalah pendidikan yang ada di Papua.

Pendidikan masih jadi salah satu masalah besar di Indonesia bagian timur, khususnya Papua. Akses ke sekolah beserta beragam fasilitas penunjangnya belum selayak provinsi-provinsi lain.

Kesukaran itu memicu terjadinya sejumlah masalah baru seperti tak bisanya mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau yang terburuk, putus sekolah.

ANAK-ANAK pengungsi banjir bandang Sentani bermain di halaman Kantor Bupati Jayapura yang dijadikan tempat pengungsian di Sentani, Jayapura, Papua, Kamis 21 Maret 2019.*/ANTARA

Berbicara tentang putus sekolah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat bahwa Papua merupakan provinsi dengan angka putus sekolah SMP tertinggi di Indonesia timur dalam 3 tahun ajaran belakangan.

Kalau saja para capres dan cawapres rela memberikan 1% harta yang dimilikinya untuk dibelikan laptop belajar, mereka dapat langsung memperbaiki kondisi pendidikan di Papua.

Berapa banyak laptop yang bisa didapat dari 1% kekayaan capres dan cawapres?

Setiap kandidat presidensial punya kekayaan yang terbilang besar. Data KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menyebut, masing-masing kandidat punya aset kekayaan dalam bilangan miliar bahkan triliun.

Joko Widodo memiliki total aset senilai Rp 50.248.349.788, Prabowo Subianto punya kekayaan Rp 1.952.013.493.659, Ma’ruf Amin Rp 11.645.550.894, dan Sandiaga Uno Rp 5.099.960.524.965.

1% kekayaan capres dan cawapres/IPRICE

Dengan hanya 1% dari keseluruhan harta kekayaannya, Joko Widodo bisa menyumbang Rp 502.483.498.

Jika satu laptop untuk belajar punya harga sekira Rp 3.784.333, Jokowi punya persediaan 133 laptop untuk pelajar di Papua. Sementara 1% kekayaan Ma’ruf Amin dapat dibelanjakan untuk 31 laptop dengan total biaya Rp 116.455.508.

Sebanyak 1% kekayaan Prabowo Subianto sama dengan Rp 19.520.134.936. Jika dibelanjakan untuk laptop sekolah, Prabowo bisa mendapatkan 5.158 laptop. Sementara Sandiaga Uno dapat membeli 13.477 laptop untuk keperluan belajar dari anggaran 1% kekayaannya yakni Rp 50.999.605.249.

Laporan yang dibuat iPrice menyebut, total laptop berspesifikasi memadai untuk belajar yang bisa didapat dari harta capres dan cawapres itu berjumlah 18.798 laptop.

15% siswa SMP di Papua dapat mengikuti UN tanpa kendala fasilitas

Infrastruktur masih jadi halangan untuk menikmati layanan pendidikan yang layak di Papua, khususnya ketika pelaksanaan ujian akhir dan ujian nasional.

Padahal berdasarkan data Kemendikbud, Papua memiliki jumlah siswa SMP aktif terbanyak di regional Indonesia Timur. Ada 126.477 pelajar SMP di Papua.

1% kekayaan capres dan cawapres/IPRICE

Akan tetapi, angka putus sekolah SMP tertinggi di Indonesia Timur juga ada di Papua. Pemenuhan kebutuhan sekolah dapat menjadi salah satu cara agar angka putus sekolah tidak bertambah.

Laptop adalah kebutuhan sekolah yang substansial masa kini. Selain dapat mempermudah kegiatan belajar sehari-hari, laptop juga krusial untuk memperlancar kegiatan ujian nasional yang kini sudah dikomputerisasi.

Dengan 1% kekayaan keempat capres dan cawapres, 18.798 pelajar SMP di Papua bisa mendapat fasilitas laptop untuk belajar, alias 15% dari keseluruhan pelajar.***

Bagikan: