Pikiran Rakyat
USD Jual 14.075,00 Beli 14.173,00 | Cerah berawan, 31.4 ° C

Dulu Sekadar Pelengkap, Pesantren dan Madrasah Kini Jadi Pilihan Utama

Dhita Seftiawan
ILUSTRASI, Masjid Pesantren Kikisik di Kabupaten Tasikmalaya.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR
ILUSTRASI, Masjid Pesantren Kikisik di Kabupaten Tasikmalaya.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

JAKARTA, (PR).- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai kualitas dan sarana pendidikan Islam terus membaik. Hal tersebut di antaranya terlihat dari semakin tingginya apresiasi dan minat masyarakat untuk sekolah di madrasah dan pondok pesantren. Untuk jenjang perguruan tinggi, Kemenag juga terus berupaya meningkatkan akreditasi semua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Menurut dia, madrasah dan pondok pesantren saat ini tidak lagi dianggap sebagai pendidikan pelengkap oleh orang tua. "Alhamdulillah dari waktu ke waktu terus berkembang. Sekarang, semangat masyarakat luar biasa dalam mengembangkan pendidikan keislaman. Kalau dulu madrasah menjadi pilihan terakhir, sekarang madrasah memiliki citranya tersendiri. Bahkan jadi pilihan pertama orang tua siswa," kata Lukman di Jakarta, Senin 15 April 2019. 

Ia menyatakan, apresiasi tinggi dari masyarat terhadap madrasah dan pondok pesantren terjadi bukan hanya karena prestasi para siswa. Tetapi juga karena sarana dan prasarananya mengalami pertumbuhan luar biasa. Ia menuturkan, kondisi madrasah pada akhir tahun 1970-an masih memprihatinkan. Lantainya masih tanah dan atapnya kerap bocor. 

"Kini madrasah dan pesantren berkembang pesat. Bangunannya banyak yang sudah modern dan bagus. Seperti pondok pesantren di Depok yang kemarin saya resmikan, gedung empat lantai yang juga dilengkapi aula ini dibangun dengan biaya mencapai Rp 6 miliar,” ujarnya. 

Ia menegaskan, perkembangan pendidikan Islam adalah buah dari kerja keras orang tua dan guru masa lalu. Mereka istiqamah menjadikan pendidikan sebagai ruang strategis meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat. Capaian tersebut tidak terlepas dari komitmen pemerintah untuk terus mengembangkan lembaga pendidikan keagamaan. 

"Hari santri yang ditetapkan sejak 2015 itu tidak hanya bentuk pengakuan negara, tapi juga komitmen untuk memberikan fasilitasi dan dukungan bagi keberlangsungan dan keberlanjutan eksistensi pesantren. Apalagi, saat ini juga sedang dibahas RUU tentang pesantren bersama DPR," ucapnya.

Terkait peningkatan mutu PTKIN, Lukman menegaskan sedang melakukan percepatan pelaksanaan akreditasi. Menurut dia, akreditasi menjadi sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan dari masyarakat.***

Bagikan: