Pikiran Rakyat
USD Jual 14.014,00 Beli 14.112,00 | Langit cerah, 18.3 ° C

Soal Pembakaran Bendera HTI Muncul dalam UASBN, Disdik Garut Beri Jawaban

Yusuf Wijanarko
Logo Kabupaten Garut/DOK. PR
Logo Kabupaten Garut/DOK. PR

GARUT, (PR).- Dinas Pendidikan Garut telah menelusuri pembuatan soal tentang pembakaran bendera HTI yang dinilai menyinggung Nahdlatul Ulama (NU) dalam Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Bahasa Indonesia tingkat SMP di Garut.

"Kami akan telusuri apa motivasi pembuatan soal itu," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong di Garut, Kamis 11 April 2019.

Totong menuturkan, salah satu soal Bahasa Indonesia tentang berita pembakaran bendera HTI yang terjadi di Garut dianggap telah menyinggung NU.

Menurut dia, sikap NU tersebut merupakan sesuatu yang wajar dan kemudian mempertanyakan kepada Dinas Pendidikan Garut untuk mengetahui tujuan pembuatan soal yang disajikan dalam UASBN itu.

"Kami akan menanyakan kepada MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) apa motivasi dalam pembuatan soal tersebut," katanya seperti dilaporkan Antara.

Totong mengatakan, 80 persen soal UASBN dibuat oleh pemerintah daerah dan soal dari pemerintah pusat sebesar 20 persen. Soal yang dibuat di Garut, kata dia, disusun oleh MGMP.

MGMP sudah diinstruksikan agar membuat soal yang tidak menyinggung hal-hal sensitif, khususnya yang terkait SARA. "Sepertinya ini dibuat dari tim MGMP Garut," katanya.

Terkait hal itu, Totong berencana mengulang kembali UASBN khusus Bahasa Indonesia dan menyampaikan permohonaan maaf kepada pihak yang merasa dirugikan.

"Kami akan mengulang ujian Bahasa Indonesia dan kami selaku pimpinan Dinas Pendidikan memohon maaf atas kejadian yang terjadi kali ini," ucapnya.

Banser minta pertanggungjawaban

Anggota Banser dan Ansor Garut yang merupakan bagian dari NU mendatangi Dinas Pendidikan Garut, Rabu 10 April 2019 petang guna menanyakan soal UASBN yang bercerita tentang pembakaran bendera HTI.

Kedatangan anggota organisasi itu dalah untuk meminta klarifikasi kepada Dinas Pendidikan perihal soal UASBN yang terkesan menyudutkan Banser dan NU.

massa meminta Dinas Pendidikan Garut segera mencopot jabatan pihak yang membuat dan meloloskan soal UASBN tersebut.***

Bagikan: