Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Cerah berawan, 27 ° C

SBMPTN Gelombang I Dimulai Akhir Pekan Ini, 695.505 Calon Mahasiswa Siap Berjuang

Dhita Seftiawan
SBMPTN/DOK. PR
SBMPTN/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Sebanyak 698.505 orang akan mengikuti ujian tulis berbasis komputer (UTBK) untuk SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) gelombang pertama.

Tes SBMPTN akan digelar 13-14 April 2019 di 73 PTN pusat UTBK. Tes SBMPTN terbagi dalam 2 sesi yakni sesi pagi pukul 7.30 dan siang pukul 12.30.

Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi menuturkan, peserta wajib datang 30 menit sebelum ujian dimulai sesuai sesi masing-masing. Jadwal tes per individu calon mahasiswa sudah tertulis di kartu tanda peserta UTBK 2019.

“Kepada peserta diharuskan mengetahui dan memahami dengan benar tata tertib ujian. Setiap pelanggaran terhadap tata tertib ujian akan mengakibatkan peserta dibatalkan ujiannya,” kata Ravik Karsidi di Jakarta, Rabu 10 April 2019.

Dari jumlah peserta UTBK gelombang pertama tersebut, mereka yang mengikuti kelompok ujian sains teknologi (Saintek) sebanyak 374.641 orang dan kelompok ujian sosial humaniora (Soshum) sebanyak 323.864 peserta. 

UTBK gelombang pertama terdiri atas 516.927 peserta reguler dan 181.578 peserta Bidikmisi. Jumlah ruang ujian yang digunakan untuk gelombang pertama 29.297 ruang.

Gelombang kedua akan digelar 11-26 Mei mendatang dengan melibatkan 597.115 peserta. Dari jumlah peserta UTBK gelombang kedua tersebut, mereka yang mengikuti kelompok ujian Saintek adalah 304.301 peserta dan kelompok ujian Soshum 292.814 peserta.

Berdasarkan statusnya, dapat mereka yang ikut UTBK gelombang kedua terdiri atas 419.049 peserta reguler dan 178.066 peserta Bidikmisi. 

“Jumlah ruang ujian yang digunakan untuk gelombang kedua adalah 27.031 ruang di 73 PTN Pusat UTBK,” kata Ravik Karsidi.

Ia mengimbau semua pihak yang terkait diharapkan berperan aktif dalam menjaga suasana pelaksanaan UTBK 2019 agar berlangsung dengan tertib, aman, dan nyaman. Selama berlangsungnya UTBK 2019, pihak luar tidak diperbolehkan memasuki ruang ujian kecuali panitia.

Pengubahan formasi kuota

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi sebelumnya mengubah formasi kuota seleksi penerimaan mahasiswa baru 2019 ditambah 10% menjadi minimal 40%.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, pengubahan formasi tersebut dilakukan setelah 2 tahun menerapkan formasi minimal 30% untuk masing-masing jalur SNM/SBMPTN dan maksimal 30% jalur Mandiri.

Ia menjelaskan, dengan komposisi 20:40:30, berarti ada 10% kuota tersisa untuk menggenapkannya menjadi 100%.

Menurut dia, 10% kuota yang tersisa itu tak boleh dialokasikan kepada jalur Mandiri. “Jadi, silakan rektor memilih, 10 persen sisa itu mau ditambahkkan ke SNMPTN atau SBMPTN,” ujarnya.

Mohamad Nasir mengatakan, penambahan kuota jalur SBMPTN seletah mempertimbangkan penelusuran dan portofolio siswa berprestasi saat mendaftar pada jalur SNMPTN. Menurut dia, ada kecenderungan nilai calon mahasiswa hampir sama semua.

Kondisi tersebut membuat panitia seleksi kesulitan melakukan diferensiasi bobot nilai saat seleksi mahasiswa baru berlangsung.

“Panitia tidak bisa mengidentifikasi mana yang terbaik. Akhirnya disepakati dengan para rektor minimal dari jalur SNMPTN hanya 20% dan SBMPTN jadi minimal 40%,” katanya.***

Bagikan: