Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 23.3 ° C

Ajang Pembelajaran Vokasi di Fintech Hackathon Day 2019

Catur Ratna Wulandari
DIREKTUR Pembelajaran Kemeneistekdikti Paristianti Nurwardani (kanan) memaparkan pandangannya, pada "Talkshow and Hackathon Indonesia Fintech Forum 2019", di Ballroom Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung, Senin, 8 April 2019. Pada acara yang dihadiri 1000 peserta dari berbagai perguruan tinggi itu, dilaksanakan MoU Kementerian Ristekdikti dan Kementerian PUPR tentang peningkatan kualitas SDM di bidang jasa konstruksi.*/ADE BAYU INDRA/PR
DIREKTUR Pembelajaran Kemeneistekdikti Paristianti Nurwardani (kanan) memaparkan pandangannya, pada "Talkshow and Hackathon Indonesia Fintech Forum 2019", di Ballroom Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung, Senin, 8 April 2019. Pada acara yang dihadiri 1000 peserta dari berbagai perguruan tinggi itu, dilaksanakan MoU Kementerian Ristekdikti dan Kementerian PUPR tentang peningkatan kualitas SDM di bidang jasa konstruksi.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti menyelenggarakan Fintech Hackathon Day di Institut Teknologi Bandung, 8-10 April 2019. Kegiatan ini untuk meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan tinggi vokasi dalam era revolusi Industri 4.0.

Hackathon Day mengusung tema Training/Workshop Program Hackathon Inovasi dan Kreasi Ide Pembelajaran Financial Technology (Fintech) Perguruan Tinggi. Kegiatan dibagi menjadi tiga jenis kegiatan sebagai alat untuk pengembangan program kurikulum dan pembelajaran fintech perguruan tinggi. Ketiga kegiatan itu ialah Hackathon Dosen yang diikuti 60 peserta, seminar fintech yang diikuti1000 peserta seminar, dan hackaton mahasiswa yang diikuti 150 peserta. Seluruhnya memperebutkan uang pembinaan sejumlah Rp 200 juta.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Ismunandar mengatakan, fintech merupakan salah satu teknologi yang berkembang saat inu. "Di Indonesia, juga ASEAN, pasar fintech ini masih besar kesempatan untuk dikembangkan," katanya usai membuka seminar fintech di Hotel Grand Pasundan, Senin, 8 April 2019.

Ia berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas para dosen untuk mengembangkan kurikulum dan pembelajaran terkait fintech dalam kerangka pengembangan ekonomi digital Indonesia. Sehingga mampu menyiapkan generasi muda yang andal untuk terjun dalam dunia bisnis berbasis digital.***

Bagikan: