Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 25.2 ° C

Sertifikasi Kompetensi  Mengantar  Lulusan SMK  Menuju Industri Global  

Ririn Nur Febriani
ILUSTRASI.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

CIMAHI, (PR).- Kementrian Pariwisata (Kemenpar) mendorong lulusan SMK memiliki sertifikasi kompetensi agar memiliki daya saing. Dengan demikian, mereka menjadi sumber daya manusia (SDM) unggul yang dapat menembus dunia industri global.

Demikian diungkapkan Ahmad Suharto di sela-sela peninjauan Uji Kompetensi di SMKN 3 Cimahi Jalan Permana Kota Cimahi, Kamis  4 April 2019. "Kemenpar tahun ini mendorong soal SDM. Tenaga kerja Indonesia jangan hanya sekadar tuan rumah yang jadi penonton, tapi harus jadi pelaku yang unggul dan berdaya saing secara global, sehingga turut berperan meningkatkan industri pariwisata Indonesia," ujarnya.

Kegiatan diikuti siswa kelas 12 SMKN 3 Cimahi yang terbagi dalam lima jurusan, yakni jurusan Tataboga, Akomodasi Perhotelan, Tata Busana, Administrasi Perkantoran dan Multimedia.

Menurut Ahmad, sangat penting bagi SMK untuk dapat melakukan sertifikasi kompetensi pada siswa-siswanya. "Tenaga kompeten di sektor pariwisata harus disiapkan dari awal. Sertifikasi ini menjadi pengakuan atas kemampuan siswa, terutama menjadi modal dasar saat masuk ke dunia industri," katanya.

Pihaknya setiap tahun memfasilitasi para siswa SMK untuk menjalani uji sertifikasi kompetensi tersebut. "Sudah beberapa tahun fasilitasi dalam kapasitas peningkatan SDM. Apalagi, ada kesepakatan di tingkat ASEAN melalui Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bahwa tenaga kerja yang masuk dunia industri harus punya kapasitas.

"Memiliki sertifikasi kompetensi menjasi portofolio bagi mereka saat mencari kerja, harus diperbaharui tiap 2 tahun karena memang ilmu terus berkembang. Modal utama yaitu segi keterampilan, pengetahuan, dan sikap. Dalam persaingan bukan lagi nasional regional tapi perlu ekspansi hingga tingkat global. Apapun yang kita miliki kalau tidak didukung SDM kompeten tidak akan terlihat nyata hasilnya," tuturnya.

Tanti Sutanti selaku Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)-P1 SMKN 3 Cimahi menyatakan, tahun ini kali pertama pihaknya menjadi penyelenggara UKK. "Baru tahun ini kami mendapat legitimasi untuk menyelenggarakan Uji Sertifikasi ini. Kegiatan ini sangat penting bagi siswa, sebab mereka bisa mendapatkan sertifikat keahlian langsung dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Dengan bekal sertifikat tersebut, lulusan punya keunggulan dan daya saing untuk diserap di dunia kerja," ujarnya.

Dalam ujian, penilaian diterapkan berdasarkan skema masing-masing jurusan. "Terutama kecakapan, penguasaan materi, dan sikap dalam menjalankan pekerjaan. Terlebih, di dunia industri saat ini saingannya ketat sehingga kompetensi yang dimiliki harus bisa bersaing nasional hingga internasional," katanya.

Kepala SMKN 3 Cimahi Mulyono mengatakan, pada penyelenggaraan tahun 2018 LSP-P1 SMKN 3 Cimahi turut menggelar uji sertifikasi bagi siswa di sekolah lain yang berjejaring. "Ada sekitar 9 sekolah yang berjejaring dengan SMKN 3 Cimahi. Mereka bisa mengikuti uji sertifikasi di LSP-P1 SMKN 3 Cimahi," ujarnya.

Diakuinya, sangat penting sertifikat lisensi LSP-P1 bagi SMK. "Agar ke depan, SMK tersebut mampu menghasilkan tenaga kerja yang berdaya saing dan terampil. Saat lulus, mereka sudah dijamin dengan sertifikasi," katanya.***

Bagikan: