Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Sedikit awan, 21.7 ° C

Ilustrator Botani dari ITB Masuk Nominasi Penghargaan di Australia

Vebertina Manihuruk
DOSEN SITH ITB, Dzulianur Mustla, yang sedang studi S3 di Australia menghadiri pameran MFA 2019 dan berfoto di depan karya ilustrasi botani Ichsan Suwandhi di Sydney , Australia.*/DOK PR
DOSEN SITH ITB, Dzulianur Mustla, yang sedang studi S3 di Australia menghadiri pameran MFA 2019 dan berfoto di depan karya ilustrasi botani Ichsan Suwandhi di Sydney , Australia.*/DOK PR

KARYA anak bangsa kembali diapresiasi dunia internasional. Kali ini, karya ilustrasi botani yang dikreasikan Ichsan Suwandhi, berhasil masuk nominasi peraih penghargaan Margaret Flockton Award 2019 di Sydney, Australia.

Ichsan yang merupakan dosen Sekolah Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung menampilkan ilustrasi botani dengan mengangkat jenis tumbuhan gayam (Inocarpus fagifer) pada Maret lalu. Karyanya tampil bersama dua illustrator botani Indonesia lainnya, yaitu Anne Kusuma yang mengangkat Psydrax undulatifolius dan Wahyu Santoso mengangkat dua spesies, Trichotosia gabriel-asemiana dan Lasianthus macrobracteatus. Keduanya merupakan Herbarium Bogoriense LIPI.

Ini merupakan kali kedua Ichsan Suwandhi mengikuti kompetisi ilustrasi botani. Pada tahun 2018, ia mengikutsertakan karyanya berupa tumbuhan mengkudu (Morinda citrifolia). Pada tahun ini, ada 44 karya ilustrasi botani dunia dari 17 negara, yang ditampilkan.  

Ichsan merupakan illustrator beraliran konvensional menggunakan media pensil dan sketchpaper.  Ilustrator yang akrab dipanggil Pak Ichank ini mengikutkan dua karya terbaiknya, yaitu gayam dan kedoya batang (Dysoxylum parasiticum). Namun yang lolos ke deretan calon peraih penghargaan MFA 2019 adalah gayam.  

Hasil penilaian juri pada MFA 2019 menyatakan bahwa karya ilustrasi botani Ichsan telah  memenuhi seluruh kriteria ilustrasi botani bersama 43 karya lainnya yang masuk dalam MFA 2019 Exhibition. Penilaian itu termasuk untuk karya Anne Kusuma dan Wahyu Santoso.  

ILUSTRASI botani karya Ichsan Suwandhi yang mengangkat jenis tumbuhan gayam (Inocarpus fagifer), berhasil masuk nominasi peraih penghargaan Margaret Flockton Award 2019 di Sydney, Australia.*/DOK PR

Karya seni ilmiah

Ichsan mengatakan, melalui rilis persnya, scientific illustrator botani sudah ada sejak dulu. Hanya, kiprahnya lebih banyak dalam mendukung publikasi ilmiah dan pameran-pameran pada tingkat regional. Dengan adanya event seperti MFA atau sejenisnya, ia mengharapkan itu mampu mengangkat nama-nama ilustrator botani Indonesia ke kancah internasional.

Ilustrasi botani, kata dia, juga merupakan karya seni bernilai ilmiah tinggi. Setiap karya dibuat dengan sentuhan seni gambar, tetapi juga memiliki informasi ilmiah yang sangat berguna bagi dunia ilmu pengetahuan tumbuhan. 

Menurut Ichsan, ilustrasi botani merupakan alat atau media yang sangat efektif dalam pengenalan suatu jenis tumbuhan. Ilustrasi itu menggambarkan secara detail dan jelas karakter-karakter penciri suatu takson.

Bagi orang yang menggambarkannya, ia akan mudah mengenali tumbuhan tersebut.  Bagi yang menggunakan karya ilustrasi, mereka pun menjadi mudah dalam mengenali tumbuhan karena memperoleh gambaran secara jelas karakter yang menjadi penciri.  

Karya Pak Ichank ini sekaligus dipamerkan juga di beberapa tempat di Australia. Di antaranya dipamerkan di Joseph Maiden Theatre Royal Botanic Garden pada 30 Maret 2019 - 14 April 2019, Australian Plant Bank, Sydney pada 8 Juni 2019 - 28 Juli 2019, dan Blue Mountain Botanic Garden pada Agustus 2019 - September 2019 mendatang.***
 

Bagikan: