Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 18.2 ° C

Kemendikbud Luncurkan Pendidikan Kebencanaan untuk PAUD

Tim Pikiran Rakyat
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy/ANTARA FOTO
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan pendidikan kebencanaan untuk siswa di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD). Program itu diluncurkan di Jakarta, Selasa, 2 April 2019.

“Pendidikan kebencanaan dimaukkan ke dalam pelajaran untuk tingkat PAUD, hal ini dikarenakan Indonesia terletak di kawasan cincin api, yang memang harus menjadikan bencana sebagai bagian dari hidup kita,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, usai pembukaan acara harmonisasi Bunda PAUD, seperti dilansir dari Kantor Berita Antara.

Ia mengatakan harapannya, dengan pendidikan kebencanaan itu, anak usia dini bisa selalu siap siaga, serta bisa menyiapkan fisik, mental, dan psikologinya. Oleh karena itu, Kemendikbud akan mencoba advokaso dan edukasi pelaksanaan pendidikan kebencanaan. “Jadi, tanggap bencana harus dimulai sejak dini,” katanya.

Pendidikan kebencanaan melalui permainan yang menggembirakan

ILUSTRASI  Siswa PAUD.*/DOK.PIKIRAN RAKYAT

Muhadjir menuturkan, sejak dini, anak-anak mulai dikenalkan dengan berbagai macam permainan yang menggembirakan. Tetapi, dalam permainan itu, ada pesan tentang kesiapan mereka menghadapi bencana. Kemendikbud akan merancang permainan yang menanamkan kesadaran dan kewaspadaan bencana pada anak sejak dini.

Nantinya, kata dia, aktivitas itu merupakan tanggung jawab sekolah atau unit layanan PAUD. Pendidikan kebencanaan itu pun akan menjadi bagian dari kurikulum PAUD.

“Kurikulum tidak hanya terbatas dalam bentuk mata pelajaran atau tema tertentu saja. Bahkan perilaku anak didik yang mana anak bisa berkaca, (me)niru, imitasi, atau juga melakukan apa yang itu dibolehkan oleh para guru dan tenaga kependidikan, itu semua bagian kurikulum,” ucapnya menjelaskan.

Mengenai kegiatan Sosialisasi dan Harmonisasi Bunda PAUD 2019, kegiatan itu berlangsung selama dua hari. Kegiatannya sudah berlangsung sejak Senin, 1 April 2019, dan selesai Selasa, 2 April 2019. Kegiatan itu diikuti sebanyak 1.262 peserta, yang terdiri dari Bunda PAUD Provinsi dan Bunda PAUD kabupaten/kota se-Indonesia.

Selain itu, peserta yang mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Harmonisasi Bunda PAUD itu juga berasal dari berbagai lembaga lainnya. Ada perwakilan kementerian, Dinas Pendidikan, dan organisasi mitra terkait dari tingkat pusat maupun tingkat daerah.***

Bagikan: