Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Langit umumnya cerah, 19.6 ° C

DAK Pendidikan di Ciamis Terbesar Se-Indonesia, Rp92,3 Miliar

Nurhandoko
KEPALA Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamisa Wawan S Arifiena memberikan arahan saat Bimtek Pelaksanaan kegiatan DAK fisik bidang pendidikan tahun 2019, di gedung Islamic center Ciamis, Rabu, 27 Maret 2019. DAK pendidikan Ciamis sebesar Rp92,3 miliar, terbesar se-Indonesia.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR
KEPALA Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamisa Wawan S Arifiena memberikan arahan saat Bimtek Pelaksanaan kegiatan DAK fisik bidang pendidikan tahun 2019, di gedung Islamic center Ciamis, Rabu, 27 Maret 2019. DAK pendidikan Ciamis sebesar Rp92,3 miliar, terbesar se-Indonesia.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

CIAMIS,(PR).- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis menjadi penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 untuk pendidikan sekolah dasar yang terbesar di Indonesia. Total dana bantuan dari pemerintah pusat tersebut mencapai Rp92,3 miliar.

“DAK jumlahnya sangat fantastis, terbesar se-Indonesia. Anggaran tersebut  tidak hanya untuk kegiatan fisik akan tetapi juga nonfisik. Sesuai mekanisme, pencairan dibagi menjadi tiga termin. Untuk pelaksanaannya setelah ada review dari Inspektorat,” tutur Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kabupaten Ciamis, Jajang, usai Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan Kegiatan DAK Fisik bidang pendidikan tahun 2019, di Gedung Islamic Center Ciamis, Rabu, 27 Maret 2019.

DAK yang diterima Disdik Ciamis di tahun 2019 juga jauh lebih besar dibandingkan tahun 2018 yang hanya sebesar Rp9 miliar. Berdasarkan rincian, DAK yang diterima sebagian besar dialokasikan untuk rehabilitasi ruang kelas.

Rehabilitasi itu meliputi 906 ruang kelas yang tersebar di 288 SD yang totalnya mencapai Rp53 miliar. Ada pula rehabilitasi 37 ruang guru dengan alokasi anggaran sebesar Rp2,4 miliar dan rehabilitas tiga ruang perpustakaan sebesar Rp516 juta.

Kemudian, ada pula rehabilitasi 590 ruang toilet di 232 SD dengan dana sebesar Rp4,5 miliar. Selain itu, ada pembangunan ruang kelas baru sebanyak 72 ruang kelas di 57 SD dengan anggaran Rp10,9 miliar.

Jajang menambahkan, anggaran itu juga diberikan untuk kegiatan nonfisik. Anggaran diproyeksikan untuk pengadaan buku koleksi perpustakaan, sarana pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK), serta pengadaan peralatan seni budaya dan kesenian tradisional.

ILUSTRASI DAK.*/DOK. PIKIRAN RAKYAT

Setiap pengeluaran harus dapat dipertanggungjawabkan

Sementara itu, Kepala Disdik Ciamis, Wawan S Arifien mengingatkan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi fisik, akan tetapi juga nonfisik. Guru, kata dia, diminta tidak melupakan kewajiban utamanya mendidik dan mengajar.

“Jangan sampai sibuk mengurus urusan rehab sekolah, melupakan mengurus siswa. Saya titipkan DAK yang paling besar se- Indonesia, ini adalah amanah untuk pendidikan. Sekecil apa pun pengeluaran, harus dapat dipertanggungjawabkan,” kata Wawan. Dia mengatakan, bantuan DAK yang paling besar se-Indonesia, merupakan salah satu bentuk penghargaan pemerintah pusat kepada dunia pendidikan di tatar galuh Ciamis.  

Wawan menuturkan, DAK yang dilaksanakan secara swakelola ikut melibatkan masyarakat sekitar sekolah. Misalnya, belanja bahan atau material banguan di toko sekitar sekolah. Hal itu secara tidak langsung membantu pembangunan perekonomian masyarakat sekitar sekolah.

“Apabila ada masalah, segera dikonsultasikan, jangan sok tahu. Saya berharap dan terus mengingatkan agar pelaksanaannya dilakukan dengan baik dan benar. Sekali lagi, ini adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Bagikan: