Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Universitas Pasundan Melantik 1.090 Wisudawan

Catur Ratna Wulandari
Unpas.*/DOK PR
Unpas.*/DOK PR

BANDUNG, (PR).- Universitas Pasundan (Unpas) melantik 1.090 wisudawan dari jenjang sarjana, magister, dan doktor. Lulusan Unpas harus mampu menghadapi perubahan zaman.

Wisuda Gelombang II Tahun Akademik 2018/2019 ini digelar di Sasana Budaya Ganesha, Jalam Tamansari Bandung, Sabtu 23 Maret 2019. Wisuda ini dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar. Hadir pula Wakil Kepala Staf TNI AD Letjen Tatang Sulaiman yang juga hadir sebagai orangtua wisudawan.

Pada kesempatan itu, Menristekdikti mengatakan, perguruan tinggi harus siap menghadapi pergeseran akibat revolusi industri 4.0. Sistem yang sudah dianggap mapan menjadi terganggu. Maka itu perlu cara pandang yang berbeda dalam mengelola bisnis, negara, juga pendidikan tinggi.

"Di perubahan itu, terjadi integrasi semua sistem, baik digital maupun fisik. Akibatnya, menggeser pekerjaan-pekerjaan yang sudah dilakukan," tutur Nasir.

Merujuk pada hasil riset, Nasir menyebut, terdapat 75 hingga 375 juta orang di dunia yang mengalami pergeseran besar-besaran. Hal-hal itu yang harus disiapkan oleh perguruan tinggi. "Kalau tidak mengantisipasi sejak dini, akan terjadi malapetaka di masa mendatang. Kalau tidak mengikuti iptek, akan ditinggalkan. Negara yang maju adalah negara yang punya inovasi dan teknologi," tuturnya.

Masih menurut riset, Nasir mengatakan, orang sukses tidak dilihat dari IPK atau nilai UN saat sekolah, melainkan lebih memerlukan kejujuran dan disiplin kerja. 

"Mana kala pintar tapi tidak jujur itu bahaya. Makin pintar menipunya. Disiplin kerja termasuk kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas," tuturnya.

Agum Gumelar pada sambutannya mengatakan, sumber daya manusia menjadi kunci menciptakan daya saing bangsa. Kekuatan Indonesia, kekayaan alam yang melimpuh juga posisinya yang strategis tak akan berarti tanpa sumber daya yang mumpuni. "Kuncinya sumber daya manusia," ujarnya. Wisudawan baru Unpas, katanya, bisa menjadi sumbangsih besar bagi negara.

Rektor Unpas Eddy Jusuf mengatakan, menyikapi perubahan global, literasi digital dan literasi teknologi tidak akan cukup. Perlu literasi manusia untuk mengimbanginya.

"Jika tak dibarengi literasi humanis, kecerdasan buatan yang dicipatkan akan melahirkan hoaks, infrastruktur yang membumihanguskan manusia. Literasi manusia ini yang akan mengawal dan memagari," tuturnya.

Teknologi, kata Eddy, membuka akses pendidikan. Guru tak lagi terbatas me gajar di kelas. Rasio dosen dan mahasiswa tak lagi jadi kendala. Dengan teknologi, dosen bisa mengajar ribuan mahasiswa.

Ketua Umum Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi mengatakan, menjadi lulusan Unpas tidak sekadar untuk mencari pekerjaan. "Lebih dari itu, menjadi lulusan Unpas adalah persoalan memenuhi sebuah panggilan," ujarnya. 

Ia mengatakan, setiap alumni dipanggil untuk menyempurnakan ilmu yang telah dipelajari dan mengandikannya pada masyarakat. Alumni Unpas harus bisa mengubah masalah menjadi jalan keluar. Lulusan Unpas tidak diharapkan untuk menambah angka pengangguran, tetapi membula lapangan kerja.***
 

Bagikan: