Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Umumnya berawan, 22 ° C

Hasil SNMPTN Diumumkan Jumat

Dhita Seftiawan
SNMPTN/DOK. PR
SNMPTN/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) diumumkan Jumat 22 Maret 2019. Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Budi Prasetyo mengatakan, pengumuman dimajukan sehari dari jadwal awal karena proses seleksi selesai lebih cepat. Pengumuman bisa dilihat di laman  http://pengumuman.snmptn.ac.id/, mulai pukul 16.00.

Ia mengatakan, sebanyak 613.860 siswa dari 14.744 sekolah dinyatakan eligibel (layak) untuk mendaftar SNMPTN tahun ini. Sedangkan sebanyak 381.070 siswa dipastikan gagal lulus SNMPTN.

"Proses seleksi jalur SNMPTN diselesaikan lebih cepat dan agar bisa memberi kesempataan bagi siswa yang tidak lulus SNMPTN untuk mendaftar UTBK gelombang I," ujar Budi dihubungi dari Jakarta, Kamis 21 Maret 2019.

Pada tahun lalu, sebanyak 11.519 siswa Jawa Barat lulus SNMPTN. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 10,4% dari total peserta yang lulus SNMPTN sebanyak 110.846 siswa. Siswa dari Jawa Barat menduduki peringkat kedua terbanyak di bawah Jawa Timur yang meluluskan 14.518 siswa.

Pada tahun lalu, sebanyak 10 besar kampus yang menerima siswa terbanyak dari jalur SNMPTN secara berurutan yakni Universitas Brawijaya, Universitas Haluoleo, Universitas Diponegoro, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Padang, Universitas Hasanuddin, Universitas Tadulako, Institut Teknologi Bandung, Universitas Negeri Malang dan Universitas Jember.

Sementara itu, pada tahun lalu, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi kampus yang paling banyak menerima mahasiswa dari jalur SNMPTN di Jawa Barat, yakni sebanyak 2.563 orang. Institut Teknologi Bandung (ITB) di urutan kedua dengan menerima 2.359 siswa.

Siswa yang lulus SNMPTN merupakan siswa yang terverifikasi dalam Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS). LTMPTmenelusuri data akademik siswa melalui nilai rapor, portofolio surat keterangan tanda lulus. Penelusuran nilai rapor dilihat dari nilai sejak siswa Kelas X sekolah menengah atas atau kejujuran.

Ketua LTMPT Ravik Karsidi menyatakan, selain mengatur kuota SNMPTN, LTMPT juga berwenang malakukan pemeringkatan siswa berdasarkan nilai mata pelajaran. Siswa yang memenuhi syarat baru kemudian diizinkan untuk mendaftar SNMPTN ke masing-masing kampus tujuan dengan mengacu pada kuota akreditasi sekolah asal siswa.

“Siswa yang lulus SNMPTN dilarang mendaftar lagi ke jalur SBMPTN,” ujar Ravik.***

Bagikan: