Pikiran Rakyat
USD Jual 14.635,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 21.6 ° C

Ratusan Siswa SMP di Purwakarta Terancam Tidak Bisa Simulasi UNBK

Hilmi Abdul Halim
Ujian/DOK. PR
Ujian/DOK. PR

PURWAKARTA, (PR).- Ratusan siswa SMP di Kabupaten Purwakarta terancam tidak bisa mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP. Jadwal UNBK SMP bentrok dengan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SMA sehingga keberadaan komputer diprioritaskan untuk USBN SMA.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto, menyebutkan, sedikitnya ada enam SMP Negeri yang terancam tidak bisa mengikuti simulasi UNBK. Jadwal yang bentrok adalah pada Selasa, 19 Maret 2019. "Karena komputernya dipakai USBN, akhirnya SMP yang mengalah (tidak ikut simulasi UNBK)," kata Purwanto, Kamis, 14 Maret 2019.

Menurut Purwanto, jadwal USBN ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sedangkan, simulasi UNBK tingkat SMP dijadwalkan dari pemerintah pusat. Karena itulah, ia menyarankan supaya Pemprov Jabar menggeser jadwal USBN karena lebih sulit menggeser jadwal dari pemerintah pusat.

Simulasi penting karena tidak ada pelajaran komputer di tingkat SMP

Ilustrasi pendidikan/DOK PR

Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Purwakarta, Rikrik, menuturkan, simulasi UNBK dibutuhkan karena sudah tidak ada pelajaran ilmu komputer di tingkat SMP. "Siswa dikhawatirkan akan kesulitan menggunakan komputer saat UNBK kalau tidak ikut simulasinya dulu," kata Rikrik.

Selain itu, kata dia, sarana komputer di setiap SMP masih jauh dari ideal. Pihak sekolah diakui hanya bisa membeli lima unit komputer setiap tahun dari dana Bantuan Operasional Sekolah. "Sementara, kebutuhannya di kami itu 140 komputer. Mau sampai kapan kami bisa menyediakan itu?" ucap Rikrik.

Kekurangan fasilitas diakui Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, masih menjadi kendala utama UNBK di daerahnya. Ia berharap, kekurangan tersebut bisa dibantu oleh pemerintah provinsi maupun pusat.

Anne mengatakan, baru 56 persen sekolah di daerahnya yang mampu menyelenggarakan UNBK secara mandiri. "Mereka yang mandiri sudah punya komputernya. Tapi yang sudah melaksanakan UNBK sudah 81 persen," kata Anne.

Selain itu, data dari Dinas Pendidikan menyebutkan, ada 21 sekolah yang masih menggelar UNBK manual karena jarak sekolahnya jauh dari SMA-SMK regular. Ia pun berharap supaya penyelenggaraan UNBK tahun ini tidak terkendala teknis seperti jaringan dan listrik.***

Bagikan: