Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Hujan petir singkat, 22.6 ° C

Peran LPTK Belum Maksimal

Dhita Seftiawan
Menristekdikti Mohamad Nasir/DOK PR
Menristekdikti Mohamad Nasir/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menegaskan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) harus melahirkan tenaga pendidik yang kompeten dan berdaya saing tinggi. Hal tersebut bisa terjadi jika LPTK mampu merespons dengan baik datangnya Revolusi Industri 4.0.

Ia menilai, selama ini, peran LPTK belum maksimal. Terlihat dari 300.000 lulusan yang dihasilkan, hanya 120.000 yang terserap di sekolah dan lembaga pendidikan. Menurut dia, kondisi tersebut menandakan ada yang salah di dalam LPTK dan harus segera ditemukan solusinya secara bersama-sama.

“LPTK memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama mulai dari kompetensi dan kualitas tenaga pendidik, sertifikasi tenaga pendidik, hingga inovasi pembelajaran di era Revolusi Industri 4.0. Lulusan LPTK harus dibekali kompetensi yang mumpuni, harus kreatif dan inovatif,” ujar Nasir dalam siaran pers di Jakarta, Kamis, 14 Maret 2019.

Nasir berharap, Konvensi Nasional Pendidikan (Konaspi) ke-IX yang diselenggarakan Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri Indonesia (ALPTKNI) di Padang melahirkan beragam solusi untuk meningkatkan kompetensi lulusan LPTK. Menurut dia, kehadiran LPTK masih sangat dibutuhkan pemerintah dalam upaya menciptakan sumber daya manusia berkualitas.

“Kami memerlukan sumbangsih pemikiran yang solutif, aplikatif, dan relevan dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. Karena dengan pendidikanlah masyarakat kita menjadi cerdas, unggul, berdaya saing, dan berkarakter,” kata Nasir.

Ia menuturkan, perguruan tinggi harus mengubah pola pikir dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Perguruan tingi dituntut lebih terbuka terhadap ilmu pengetahuan baru. Dengan demikian, dapat menghasilkan terobosan dan inovasi sistem pendidikan dan pembelajaran.

"Di tengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks, harapan pemerintah dan masyarakat terhadap perguruan tinggi semakin tinggi. Perguruan tinggi harus mampu memberikan pendidikan kepada generasi penerus bangsa agar kompetitif, kreatif, dan inovatif di era disrupsi saat ini,” ujarnya.

Ketua ALPTKNI Syawal Gultom mengatakan, LPTK terus berbenah agar siap berinovasi dan bertransformasi menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Dia mengatakan, pendidikan akan terus berkembang dan pergerakannya menjadi sangat dinamis.

“Mengingat teknologi telah membaur pada kehidupan kita sehari-hari. Ide dan gagasan konstruktif sangat diperlukan,” ujar Syawal.

Ia menuturkan, melalui forum ini, para pendidik dari seluruh Indonesia akan berembuk untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah terkait sikap yang akan diambil dalam menghadapi tantangan ke depan terutama bagi dunia pendidikan. Menurut dia, di era 4.0, konten sudah tidak menjadi masalah. 

“Tetapi pergeseran paradigma dan cara berpikir. Dahulu pendidikan kita berpusat pada guru, sekarang paradigma terbaru bagaimana cara mengaktifasi sumber belajar, " katanya.***

Bagikan: