Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Hujan petir singkat, 22.6 ° C

Wacana Penggantian UN jadi AKSI, Pengamat: Tak Ada Signifikansi Jelas

Dhita Seftiawan
Ilustrasi/DOK PR
Ilustrasi/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Terkait wacana penggantian Ujian Nasional (UN) dengan Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI), Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji menilai tak ada signifikansi yang jelas. 

Pasalnya, keduanya sama-sama memetakan kualitas siswa dan sekolah. Dia bahkan pesimistis, AKSI dapat mendongkrak kualitas sistem pendidikan nasional.

“Pemerintah hanya mengganti nama saja. Skema penilaian kemampuan siswa mengunakan tes atau nilai tidak cocok diterapkan pada era Revolusi Industri 4.0. Seharusnya sistem penilaian yang deskriptif. Nilai (angka) tak menjamin tingkat kecerdasan yang sama,” ucap Indra kepada PR di Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019. 

Ia mengharapkan pemerintah mengeluarkan kebijakan yang relevan dengan kebutuhan dan perubahan zaman. Menurut dia, AKSI dan UN merupakan sistem yang tak akan mempu membawa kecerdasaan siswa Indonesia ke persaingan dunia. 

“Tes hanya akan membuat siswa berupaya untuk menghafal soal dan bagaimana cara menjawabnya,” katanya. 

Seperti diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menerapkan sistem penilaian baru pengganti ujian nasional (UN). Sistem yang dinamai Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) ini diklaim lebih efektif sehingga tepat guna dalam mengukur kemampuan siswa.***

Bagikan: