Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian berawan, 22.3 ° C

Sempat Bermasalah, Pendaftar UTBK Capai 600.000 Orang

Catur Ratna Wulandari
DIREKTUR Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ismunandar usai menjadi pembicara kunci di Seminar Nasional Break Discussion Rapat Kerja Nasional dan Performance Art yang digelar Ikatan Alumni Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung di Gedung Sunan Ambu Kampus ISBI, Jalan Buahbatu, Selasa, 12 Maret 2019. */CATUR RATNA WULANDARI/PR
DIREKTUR Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ismunandar usai menjadi pembicara kunci di Seminar Nasional Break Discussion Rapat Kerja Nasional dan Performance Art yang digelar Ikatan Alumni Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung di Gedung Sunan Ambu Kampus ISBI, Jalan Buahbatu, Selasa, 12 Maret 2019. */CATUR RATNA WULANDARI/PR

BANDUNG, (PR).- Dua pekan sebelum waktu pendaftaran berakhir, jumlah pendaftar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 sudah hampir 600.000 orang. Jumlah itu setara dengan tiga perempat jumlah peserta tahun lalu.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ismunandar mengatakan, jumlah peserta tahun lalu sekitar 800.000 orang. Akan tetapi kini setelah dua minggu pendaftaran gelombang pertama dibuka, sudah 600.000 orang yang mendaftar. 

"Waktu tutup pendaftarannya masih lama, sampai 24 Maret. Masih dua minggu lagi, tapi tiga perempat dari peserta tahun lalu sudah daftar," kata Ismunandar setelah menjadi pembicara kunci di Seminar Nasional Break Discussion Rapat Kerja Nasional dan Performance Art yang digelar Ikatan Alumni Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung di Gedung Sunan Ambu Kampus ISBI, Jalan Buahbatu, Selasa, 12 Maret 2019. 

Dengan tingginya pendaftar yang telah masuk, Ismunandar optimistis tak akan ada kendala pada dua minggu sisa waktu ini. Ia mengakui, pada awal pembukaan pendaftaraan sempat terjadi gangguan. 

Menurut dia, ada dua hal yang menjadi penyebabnya. Dalam satu waktu ada sekitar 80.000 pendaftar yang mengakses dengan mayoritas menggunakaan alamat email Gmail.com. 

"Saat verifikasi ke Gmail dianggap spam karena dalam waktu bersamaan banyak sekali, ada 80.000 dalam satu waktu ke sana," ucapnya.

Selain itu, kendala terjadi karana Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dari sekolah-sekolah di bawah Kementeriaan Agama tidak terhubung dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

"Tapi sekarang sudah bisa," ujarnya.

Ia meyakinkan masyarakat agar tak perlu mengkhawatirkan pelaksanaan UTBK. Ia yakin pelaksanaan UTBK berjalan lancar. 

"Tidak perlu khawatir, pasti akan kita layani. Kalau ada kurang tempat kita tambah," ujarnya.***

Bagikan: