Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Sebagian berawan, 19.6 ° C

Mahasiswa Didorong Rintis Usaha Berbasis Teknologi

Dhita Seftiawan
Ilustrasi/DOK PR
Ilustrasi/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir berharap perguruan tinggi mampu mendorong mahasiswa untuk menjadi perintis usaha berbasis teknologi. Hal tersebut bisa dilakukan dengan menyediakan fasilitas yang memadai bagi mahasiswa untuk bereksperimen.

Ia menjelaskan, Kemenristekdikti memiliki berbagai program untuk pembudayaan kewirausahaan dan peningkatan inovasi baik di perguruan tinggi maupun di masyarakat. Antara lain program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi  (PPBT) dan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT).

Ia menuturkan, memasuki era Revolusi Industri 4.0, lapangan pekerjaan semakin dinamis. Banyak sektor industri padat karya yang akan diganti oleh otomasi teknoolgi. Dengan demikian, sebagai intelektual muda, seorang mahasiswa harus mampu membuka lapangan pekerjaan baru yang sesuai dengan zamannya.

“Mahasiswa harus menyiapkan diri tidak hanya menjadi pegawai atau tenaga kerja, namun juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja. Sekitar 75 sampai 375 juta orang terdampak great shifting pada sumber daya manusia. Tadinya mereka bekerja, tiba-tiba digantikan teknologi, pekerjaannya hilang," ujar Menristekdikti dalam siaran pers di Jakarta, Selasa 12 Maret 2019.

Nasir mengutarakan keinginannya tersebut saat meresmikan Gedung Perkuliahan dan Auditorium Kampus Timur Universitas Kristen Petra di Surabaya. Ia menegaskan, teknologi sudah banyak mengambil alih peran manusia dalam sebuah pekerjaan. Bukan hanya pekerjaan fisik, namun juga pekerjaan klerikal. 

"Akuntan dalam menghitung manual, pekerjaannya diganti sistem komputer. Ada juga public relation yang digantikan oleh artificial intelligence,” katanya.

Ia menyatakan, mahasiswa dari jurusan apapun harus beradaptasi dengan teknologi. Dengan demikian, peluang untuk berwirausaha berdasarkan teknologi dan inovasi akan tercipta. “Supaya ke depan menjadi entrepreneur muda yang baik," papar Nasir.

Nasir menyarankan perguruan tinggi swasta, termasuk Universitas Kristen Petra untuk mencari bakat wirausaha di antara mahasiswanya, dan terus mendukung penajaman kemampuan berwirausaha mereka hingga laba dapat tercapai.

Rektor Universitas Kristen Petra (UKP) Djwantoro Hardjito mengaku sudah menyiapkan beberapa program studi dalam memudahkan lulusan masuk ke dunia industri, termasuk sebagai wirausahawan. Ia akan terus melakukan revitalisasi di sejumlah program studi.

"Ada beberapa inisiatif yang kami sudah mulai, antara lain merevitalisasi prodi sastra Inggris menjadi English for Creative Industry. Untuk mengasah dan mengembangkan potensi dan kreativitas mahasiswa untuk menghasilkan karya kreatif dalam bahasa Inggris,” katanya. 

Ia menyatakan, UKP juga membuka program digital media untuk mengembangkan potensi mahasiswa dalam bidang animasi dan gim. “Kami juga membuka beberapa program baru dalam industri kreatif. Misalnya design fashion, design product, interior, serta strategic communication dan broadcast journalism," ujarnya. ***

Bagikan: