Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.303,00 | Sebagian cerah, 29.2 ° C

Ketua MWA Unpad Perkirakan Pilrek Digelar Maret

Catur Ratna Wulandari
MENKOMINFO Rudiantara yang juga menjabat sebagai Ketua MWA (tengah), membuka seminar Teknologi dan Inovasi untuk Masa Depan Keuangan Islam di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/2/2019).*/ANTARA
MENKOMINFO Rudiantara yang juga menjabat sebagai Ketua MWA (tengah), membuka seminar Teknologi dan Inovasi untuk Masa Depan Keuangan Islam di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/2/2019).*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Pemilihan Rektor Universitas Padjadjaran diperkirakan digelar Maret 2019. Majelis Wali Amanat (MWA) masih menunggu proses administrasi.

"Perkiraan pertengahan atau akhir Maret," kata Ketua MWA Unpad Rudiantara usai rapat pleni di Sekretariat MWA Unpad, Jalan Cimandiri, Bandung, Jumat 22 Februari 2019.

Saat ini MWA masih menunggu proses administrasi dari salah seorang calon rektor. Untuk diketahui, keputusan pemberhentian sementara Obsatar Sinaga sebagai PNS diadukan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Alasan pemberhentian itu lantaran Obsatar menjadi komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). KASN menyarankan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk mencabut surat pemberhentian itu.

KASN berpendapat, pemberhentian itu jauh terlambat, Obsatar pun telah mengundurkan diri. Saat rapat pleno berlangsung, Ketua MWA berkomunikasi dengan Menristekdikti Mohamad Nasir melalui telefon.

"Menurut beliau sudah diselesaikan. Tapi formalnya belum, sekitar seminggu lah. Lebih baik kita tunggu," tutur Rudiantara.

Menurut dia, penyelesaian itu bisa berpengaruh juga bisa tidak dengan kelanjutkan Pilrek. Jika Obsatar diberhentikan, maka bisa mempengaruhi keikutsertaannya di Pilrek Unpad.

"Harus ada governance yang bagus dijalankan," ujar Rudiantara.

Rapat pleno ini juga membahas soal hasil pengaduan masyarakat yang ditampung hingga 8 Februari lalu. "Hasilnya, memang kebanyakan (pengaduan) non teknis. Tapi ini akan jadi konsiderasi anggota MWA saat pemilihan," tutur Rudiantara.

MWA Unpad sebelumnya dilaporkan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM) Kema ke Ombudsman terkait tidak jelasnya pemilihan rektor ini. Terkait pelaporan tersebut, Rudiantara mengatakan, bila di MWA juga ada unsur mahasiswa, dalam hal ini BEM Kema Unpad.

Menurut dia, Wakil BEM sebaiknya menyampaikan perkembangan Pilrek ke mahasiswa. "Kalau mau ketemu saya ya enggak apa-apa. Di MWA ini kan ada wakil mahasiswa, alumni, masyarakat," katanya.

Penentuan jadwal Pilrek sudah diputuskan. Bukan karena aduan ke Ombudsman. Dari perkembangan yang ada, pemilihan direncanakan Maret.

Selain membahas soal Pilrek, rapat pleno itu juga membahas tentang pengunduran diri Fasli Djalal, anggota MWA dari unsur masyarakat. Fasli mundur karena menjabat sebagai Rektor Universitas Yarsi, Jakarta.

"Penggantiannya harus diproses. Prosesnya mengedepankan governance yang bagus. Tidak bisa asal pilih saja dari masyarakat, ada tahapan," ucap Rudiantara.***

Bagikan: