Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sedikit awan, 20.6 ° C

Unikom Jalin Kerja Sama dengan Dong-A University Korsel

Catur Ratna Wulandari
REKTOR Unikom  Dong-A University of South Korea Suk Jung Han (kedua kiri), berbincang dengan Rektor Unikom Eddy Soeryanto Soegoto (kanan), saat melakukan kunjungannya, ke Smart Building Unikom, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu (13/2/2019). Berbagai kerjasama dibicarakan dalam kunjungan tersebut.*/ADE BAYU INDRA/PR
REKTOR Unikom  Dong-A University of South Korea Suk Jung Han (kedua kiri), berbincang dengan Rektor Unikom Eddy Soeryanto Soegoto (kanan), saat melakukan kunjungannya, ke Smart Building Unikom, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu (13/2/2019). Berbagai kerjasama dibicarakan dalam kunjungan tersebut.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Universitas Komputer Indonesia (Unikom) menjalin kerja sama pertukaran mahasiswa dengan Dong-A University, Korea Selatan. Kerja sama ini diharapkan menambah jumlah mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di Unikom.

Rektor Dong-A University Suk Jung Han hadir ke Kampus Unikom di Jalan Dipati Ukur untuk menegaskan kerja sama ini, Rabu 13 Februari 2019. Kunjungan ini diterima langsung oleh Rektor Unikom Eddy Soeryanto Soegoto.

"Unikom adalah universitas yang berkembang dengan sangat cepat, sangat menjanjikan. Khususnya, kami sangat terkesan dengan robot-robot juara milik Unikom. Saya terkesan dengan teknologi robotnya," tutur Suk Jung Han.

Sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Busan dan peringkat lima di Korea Selatan, Dong-A mempunyai fasilitas lengkap. Ia mengatakan, kampusnya punya keunggulan di beberapa program seperti kedokteran, hukum, bisnis, juga olah raga. 

"Kami punya fasilitas, Unikom dengan robotnya. Kami bisa saling menguatkan," katanya.

Selain keunggulan teknologi robotik, lokasi Unikom di Bandung memberi nilai tambah tersendiri. Bandung dinilai punya peran besar bagi dunia internasional. 

Rektor Unikom Eddy Soeryanto Soegoto mengatakan, saat ini ada delapan mahasiswa S1 yang belajar di Dong-A dengan program gelar ganda. Mereka menempuh dua tahun pendidikan di Unikom dan dua tahun di Dong-A. Mereka akan mendapat gelar dari dua kampus.

Ke depan, Unikom berharap bisa meningkatkan kerja sama antar dua lembaga ini. Selain pertukaran mahasiswa, juga dosen untuk studi lanjut S3. "Bisa membangun suatu kerja sama dalam penelitian ilmiah bersama, melakukan konferensi dan workshop bersama. Dan hal lain yang bisa dikerjasamakan," tuturnya.

Ia berharap, Unikom bisa belajar banyak dari Dong-A dalam rangka mengembangkan universitas kelas dunia.

Direktur Internasional Program dan Beasiswa Unggulan Unikom Inta Budi Setya Nusa menjelaskan, kunjungan ini penting bagi kerja sama dua universitas ini. Sebab Dong-A telah berkomitmen, tahun ini mulai mengirim mahasiswanya belajar ke Unikom.

"Korea akan mengirim sejumlah yang sama dengan mahasiswa kita di sana sehingga ada keseimbangan," katanya.

Selain itu, Dong-A menyediakan program kelas internasional dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris. Sehingga mahasiswa Unikom bisa memilih kelas berbahasa pengantar Korea atau Inggris.

Kelas Bahasa Korea mewajibkan enam bulan waktu tambahan untuk belajar bahasa. Di Unikom saat ini terdapat 34 mahasiswa asing. Jurusan sistem informasi dan bisnis jadi jurusan favorit bagi mahasiswa asing.

"Semakin banyak mahasiswa asing, penilaian Unikom di Kemenristekdikti akan meningkat. Otomatis mempengaruhi akreditasi," ujarnya.***

Bagikan: