Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian berawan, 19.3 ° C

Jumlah Siswa Kurang, Lampu Kuning untuk 38 SMP Swasta di Kota Bandung

Catur Ratna Wulandari
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Sebanyak 38 SMP swasta di Kota Bandung mendapat lampu kuning. Selama dua tahun jumlah siswanya dinilai sangat kurang.

Jika tahun ajaran ini tak ada perubahan, sekolah-sekolah itu harus bergabung dengan sekolah lainnya.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Kota Bandung Hadiana Soeriastmadja menjelaskan, 38 SMP swasta ini pada dua tahun berturut-turut jumlah siswa kelas 7 tidak sampai 20 orang. Sementara jumlah murid keseluruhan (kelas 7, 8, dan 9) di bawah 60 siswa.

"Sudah lampu kuning. Kami juga sudah rapat untuk memberi pembinaan dan pendampingan selama 3-4 bulan ini," katanya di Bandung, Selasa, 12 Februari 2019.

Ia mengatakan, sesuai dengan Surat Edaran Nomor 0993/D/PR/2019 tentang Kualitas Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah yang diterbitkan oleh Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, sekolah yang selama tiga tahun berturut-turut memiliki siswa kurang dari 60 dapat dilakukan penggabungan dengan sekolah sederajat terdekat. "Ini tahun terakhir untuk dievaluasi," ujarnya.

Ia mengatakan, dengan siswa kurang dari 60 orang tidak mungkin sekolah bisa melakukan pengembangan. Menciptakan kesejahteraan bagi pengajarnya saja berat. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak pada siswa karena kualitas pendidikan menjadi tidak maksimal.

Menurut Hadiana, penyeban minimnya siswa di 38 SMP swasta dari 187 SMP swasta di Kota Bandung itu beragam. Mulai dari soal gagal menangkap pangsa pasar, sampai adanya perbedaan pendapat antara sekolah dengan yayasan.***

Bagikan: