Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 13.985,00 | Sedikit awan, 21.1 ° C

Tanggapan UPI Soal Demo Mahasiswa Tolak Parkir Berbayar

Siska Nirmala
Ilustrasi.*/TELEGRAPH
Ilustrasi.*/TELEGRAPH

BANDUNG, (PR).- Sejumlah mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar aksi penolakan Parkir Berbayar di sekitaran Kampus UPI, Setiabudhi, Kota Bandung, Rabu, 6 Februari 2019 siang. Mereka menilai jika parkir berbayar ini semakin memberi beban tambahan.

Menanggapi hal ini, Kepala Hubungan Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Yuliawan Kasmahidayat mengatakan bahwa tudingan mengenai parkir berbayar tersebut sangat keliru. Dia menjelaskan, seluruh mahasiswa UPI yang membawa kendaraan ke kampus tidak dikenakan biaya parkir.

Hanya saja sejak awal bulan Februari ini, pihak kampus mulai memberlakukan sistem kartu untuk parkir. Dengan kartu tersebut, dia menuturkan, mahasiswa tidak dikenakan biaya.

"Demo kemarin itu tidak pada tempatnya. Karena selama ini mereka (mahasiswa-red) diberikan perlakuan gratis oleh pimpinan UPI, hanya gratisnya melalui kartu khusus," ujarnya, saat on air di PRFM, Rabu, 6 Februari 2019.

Yuliawan menjelaskan, aturan baru itu sudah melalui kajian mendalam. Sebab hilir mudik kendaraan yang masuk ke UPI tidak hanya mahasiswa saja.

"Di UPI kan tidak hanya mahasiswa saja yang keluar masuk, tapi ada juga anak Labschool, yang sedang kami cermati itu dari siswa Labschool," tuturnya. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, penggunaan kartu khusus itu sebagai upaya kampus untuk menertibkan parkir para mahasiswa, dosen, dan tamu yang datang. Sehingga ke depannya tidak perlu menjadi polemik. 

"Kami ingin menertibkan area parkir kampus. Karena lahan parkir yang selama ini dipakai, akan di bangun gedung," ungkapnya. (Asep Yusuf Anshori/PRFM)***

Bagikan: