Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 29.4 ° C

Wagub Jabar Minta Program Ajengan Masuk Sekolah Ada di Kurikulum 2019

Tim Pikiran Rakyat
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil didampingi Wagub Uu Ruzhanul Ulum dan Atalia Praratya, ekspos dan pameran 100 hari kerja melalui JAPRI di Gedung Sate, Jumat 28 Desember 2018.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil didampingi Wagub Uu Ruzhanul Ulum dan Atalia Praratya, ekspos dan pameran 100 hari kerja melalui JAPRI di Gedung Sate, Jumat 28 Desember 2018.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menyiapkan teknis penyelenggaraan program Ajengan Masuk Sekolah (AMS) untuk diterapkan di SMA/SMK di Jawa Barat. Program ini merupakan kebijakan akselerasi visi misi Jabar Juara Lahir Batin. 

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, secara regulasi program Ajengan Masuk Sekolah sudah ada. Ia mengatakan program tersebut tinggal proses penyempurnaan.

Uu Ruzhanul Ulum menambahkan, program ini telah memiliki payung hukum dengan meneruskan regulasi sebelumnya. Sementara untuk anggaran, rencananya akan diambil dari APBD tahun 2019. 

"Kegiatan ini tidak bisa serta merta, harus ada persiapan regulasi atau payung hukumnya dulu. Payung hukum sudah punya. tinggal meneruskan payung hukum yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Sementara untuk anggaran kita sudah siapkan APBD 2019, tinggal teknisnya," kata Uu Ruzhanul Ulum sesaat setelah melaksanakan Rapat Pembahasan Program Ajengan Masuk Sekolah (AMS) bersama sejumlah ketua MUI se-Jabar di Rumah Dinas Wagub Jabar, Jalan Rancabentang, Kota Bandung, Senin 4 Feburai 2019. 

Uu menambahkan, program Ajengan Masuk Sekolah ini sebelumnya sudah berjalan di Kabupaten Tasikmalaya. Untuk di Jabar, ungkap Uu Ruzhanul Ulum, program ini diharapkan sudah masuk kurikulum pendidikan tahun ajaran 2019. 

"Nantinya ini masuk ke kurikulum ajaran 2019, harus masuk silabus dan lainnya. Kami sudah menunjuk dari MUI dan Disdik (Jabar) siapa yang akan membahas tata cara dan teknisnya," kata dia. 

Dikatakannya, para ajengan atau kyai ini nantinya akan mengajar langsung siswa SMA/SMK. Namun, kedepannya akan dilakukan oleh guru mata Pelajaran Agama Islam (PAI), bilamana guru tersebut sudah paham mengenai kurikulum Ajengan Masuk Sekolah.

Menurutnya, Program Ajengan Masuk Sekolah ini akan masuk kedalam muatan pendidikan inti. "Ini akan masuk muatan pendidikan inti, karena pendidikan tidak cukup hanya duniawi saja, tapi ukhrowi juga perlu untuk membentuk karakter," katanya.(Rian Firmansyah)***

Bagikan: