Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 29.4 ° C

Bukalapak Buka Pusat Riset di ITB

Catur Ratna Wulandari
MENTERI Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meresmikan Bukalapak-ITB Artificial Intelligence & Cloud Computing Innovation Center.*/ADE BAYU INDRA/PR
MENTERI Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meresmikan Bukalapak-ITB Artificial Intelligence & Cloud Computing Innovation Center.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meresmikan Bukalapak-ITB Artificial Intelligence & Cloud Computing Innovation Center. Bukalapak dan ITB bekerja sama membangun laboratorium riset yang menjadi pusat riset bagi mahasiswa, dosen, serta peneliti Indonesia, khususnya ITB, bidang kecerdasan buatan dan komputansi awan.

Pendiri dan CEO Bukalapak Achmad Zaky mengatakan, pusat riset ini diharapkan bisa mendorong lahirnya teknologi-teknologi baru buatan Indonesia. Tak hanya itu, ia bercita-cita bisa membawa perusahaan rintisan yang ada di Indonesia ke level selanjutnya.

Bukalapak menjadi unicorn pertama di Indonesia yang membuka pusat riset dan inovasi di Indonesia. Bukalapak semula hanya digawangi oleh tiga orang yang semuanya lulusan Teknik Informatika ITB. Kini ia memiliki 1.000 insinyur, semuanya asli Indonesia. 

"Mereka adalah generasi baru, talenta Indonesia. Di masa depan mereka akan jadi pencipta-pencipta baru. Mereka sekarang berkarya di Bukalapak. Ini yang akan kami tularkan lewat research center," tuturnya saat peluncuran Bukalapak-ITB Artificial Intelligence & Cloud Computing Innovation Center di Aula Barat ITB, Jumat 1 Februari 2019.

Pergeseran ekonomi

Ia mengatakan, ekonomi dunia mengalami pergeseran. Di Amerika Serikat, ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi menyumbangkan 25 persen perekonomiannya. Sementara pertanian, tinggal 1 persen saja. 

Indonesia pun, kata dia, perlu fokus pada ekonomi berbasis nilai tambah ini. Tak bisa dimungkiri, perkembangannya memerlukan anggaran riset yang besar. Sementara pemerintah hanya mengalokasikan 0,08 persen dari anggarannya untuk riset. "Maka swasta harus ikut membantu," ujarnya.

Di pusat riset dan inovasi ini, Bukalapak menyediakan semua fasilitasnya. Tak hanya itu, Bukalapak menyediakan big data yang bisa dimanfaatkan oleh para peneliti. "Big data ini silakan mau diapain. Diulik-ulik mau bikin apa, untuk riset AI atau lainnya," katanya.

MENTERI Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meresmikan Bukalapak-ITB Artificial Intelligence & Cloud Computing Innovation Center.*/ADE BAYU INDRA/PR

Zaky berharap, pusat riset ini bisa menghasilkan lebih banyak riset AI yang akan menjadi teknologi arus utama di masa depan. Demikian pula dengan penelitian robotik yang diperkirakan akan banyak bekerja untuk umat manusia pada masa depan. "Bangsa kita harus yang bikin robot dan AI-nya," ujarnya.

Lebih lanjut, Zaky mengatakan, Bukalapak akan berkomitmen untuk turut serta mengembangkan pengajaran dan kurikulum di ITB. Keterlibatan semacam ini dinilai penting agar pengajaran di kampus mempunyai konteks industri yang sedang berkembang.

"Supaya ada lebih banyak unicorn dari ITB. Lebih banyak inovasi nyata dan temuan baru dari ITB," ucapnya.

Keterlibatan praktisi

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, perguruan tinggi tak hanya diminta menciptakan lulusan yang bekerja di bidangnya, tetapi juga melahirkan talenta digital. Oleh karenanya, perlu keterlibatan praktisi yang kompeten dalam proses pembelajaran di bangku perkuliahan.

Menurur Nasir, kemampuan praktisi itu bisa jadi setara dengan akademisi setingkat doktor. Maka itu perlu ada kombinasi antara dosen berpendidikan minimal S2 dan para praktisi, seperti keterlibatan Bukalapak ini.

Nasir mengapresiasi langkah Bukalapak sebagai unicorn pertama yang membuka pusat riset di Indonesia.***

Bagikan: