Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Umumnya berawan, 27.7 ° C

SMUP Unpad Berlakukan Tes Tambahan

Catur Ratna Wulandari
WAKIL Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran Arry Bainus (kiri) dan Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad saat jumpa pers di Kampus Unpad Jalan Dipatiukur, Selasa, 22 Januari 2019.*/CATUR RATNA WULANDARI/PR
WAKIL Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran Arry Bainus (kiri) dan Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad saat jumpa pers di Kampus Unpad Jalan Dipatiukur, Selasa, 22 Januari 2019.*/CATUR RATNA WULANDARI/PR

BANDUNG, (PR).- Tahun ini Universitas Padjadjaran membuka penerimaan mahasiswa baru jalur seleksi mandiri yang disebut Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP). Meski seleksi menggunakan hasil Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK), calon mahasiswa baru harus mengikuti seleksi tambahan sesuai kebijakan masing-masing program studi.

Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad mengatakan, tahun sebelumnya SMUP diberlakukan untuk semua program studi D4 atau S1 terapan, S2, S3, spesialis dan keprofesian. Tahun ini, SMUP akan dibuka untuk jenjang S1 akademik. "Tapi tidak semua prodi. Detail prodi apa saja nanti bisa dilihat di website pada proses pendaftaran," kata Tri pada jumpa pers di Kampus Unpad Jalan Dipatiukur, Selasa 22 Januari 2019.

Ia menjelaskan, keputusan pembukaan jalur SMUP ini didasari dengan perbaikan sistem tes Seleksi Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Dengan sistem baru, perguruan tinggi bisa mendapat mahasiswa yang lebih tepat atau sesuai dengan kemampuannya. "Kalau dulu mahasiswa kedokteran bisa nilai (tes) biologinya nol karena nilai totalnya tinggi," katanya.

Pembobotan nilai UTBK ini, kata Tri, membuat seleksi SBMPTN bisa lebih baik. Oleh karenanya bisa pula dijadikan dasar penilaian untuk jalur SMUP. 

Pada jalur SMUP selain hasil UTBK, calon mahasiswa harus mengikuti tes tambahan sesuai dengan kebijakan prodi masing-masing. Seleksi tambahan itu berupa TOEFL dan wawancara. Di prodi tertentu ditambah dengan tes lainnya sesuai dengan kekhasan prodi masing-masing. Misalnya saja Prodi Kedokteran, Kedokteran Hewan dan Kedokteran Gigi mewajibkan calon mahasiswa mengikuti tes Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI), Prodi Perikanan dan Ilmu kelautan wajib tes kemampuan renang.

Menurut Tri, tes tambahan semacam ini sulit diterapkan di jalur SBMPTN. Ketentuan tambahan jalur itu baru melalui unggah portofolio saja yang sudah diperbolehkan. Alasannya, jumlah pendaftar SBMPTN yang sangat banyak dan hanya ada satu tahap pengumuman.

Dua tahap tes SMUP Unpad

Sementara di jalur SMUP, bisa dibuat dua tahap tes. Sehingga hanya peserta yang lolos saja yang mengikuti tes tambahan. 

Mahasiswa dari jalur SMUP dibebankan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang sama dengan mahasiswa jalur SNMPTN dan SBMPTN. Hanya saja, mereka dikenakan nilai UKT tertinggi dan Dana Pengembangan (DP). Besaran DP berbeda-beda sesuai kebijakan prodi masing-masing. Besaran dP berkisar Rp 20 juta - Rp 130 juta untuk prodi sains dan teknologi. Sedangkan prodi sosial humaniora berkisar Rp 15 juta - Rp 75 juta.

Unpad juga akan membuka kelas internasional untuk jenjang sarjana (Internasional Undergraduate Program) melalui SMUP. Prodi yang menawarkan kelas internasional antara lain Prodi Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam, Ilmu Hukum, dan Ilmu Farmasi. Kelas internasional menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar kegiatan belajar-mengajar sehari-hari. "Jalur ini untuk mahasiswa Indonesia membuka jalur global. Selain itu juga menjadi jalur masuk mahasiswa dari luar negeri masuk ke sini," tuturnya.

Secara keseluruhan, penerimaan mahasiswa baru dari jalur SNMPTN sebanyak 25 persen, sedangkan dari SBMPTN 50 persen, sedangkan jalur SMUP dialokasikan sebanyak 25 persen. Jalur SNMPTN dibuka untuk semua prodi kecuali prodi baru.***

Bagikan: