Pikiran Rakyat
USD Jual 14.291,00 Beli 13.991,00 | Cerah berawan, 25.4 ° C

Mahasiswa Harus Adaptif dengan Teknologi

Dhita Seftiawan
Menristekdikti Mohamad Nasir/DOK PR
Menristekdikti Mohamad Nasir/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyampaikan revolusi industri 4.0 mendorong mahasiswa untuk adaptif terhadap teknologi. Pasalnya, kemungkinan mesin menggantikan pekerjaan lulusan perguruan tinggi sangat besar.

Mahasiswa, terutama lulusan politeknik, harus menguasai pengetahuan dan keterampilan yang belum bisa dilakukan mesin atau kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Ia mengatakan, dalam upaya meningkatkan kompetensinya, mahasiswa tidak dapat hanya mengandalkan ilmu yang diperoleh di kampus. Tetapi juga harus menggali dan mempelajari kompetensi lain dari berbagai sumber untuk meningkatkan kreativitasnya.

Penetrasi teknologi yang begitu masif, terutama penggunaan internet, harus dijadikan peluang untuk meningkatkan kemampuan.

"Otomatisasi, globalisasi, dan peningkatan keterampilan telah mendorong restrukturisasi ekonomi besar-besaran. Kalau kita ikuti pendidikan yang dikembangkan oleh Amerika, yaitu di Massachusetts Institute of Technology, mahasiswa harus dididik pada hal-hal yang mesin tidak bisa lakukan. Karena manusia akan kalah bersaing dengan apa yang bisa dilakukan oleh mesin,” ujar Nasir di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019. 

Dalam safari kuliah umum yang dilakukan di dua politeknik daerah Jawa Timur dua hari lalu, Nasir kerap menekankan kepada mahasiswa untuk berpikir maju dan tetap semangat menghadapi masa depan. Ia menyatakan, visi yang jelas dan optimisme yang tinggi menjadi bekal bagi mahasiswa untuk meraih cita-citanya.

“Optimis itu sangat penting. Jangan pesimis melihat masa depan. Mahasiswa tidak boleh hanya mengandalkan ilmu yang diajarkan di kuliah saja, tapi bagaimana mahasiswa menjadi kreatif, inovatif. Ada beberapa literasi yang harus dikuasai di era revolusi industri 4.0 yaitu literasi data, literasi teknologi, literasi bahasa dan literasi manusia," ujarnya.

Menristekdikti juga mendorong dosen politeknik tidak hanya mengajarkan ilmu atau kompetensi kepada mahasiswa, tapi juga memberi pengalaman dan pandangan inovatif sehingga mahasiswa dapat adaptif saat bekerja.***

Bagikan: