Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Cerah berawan, 26.9 ° C

UPI Terima Mahasiswa Baru 2019 dari Tiga Jalur

Catur Ratna Wulandari
UNIVERSITAS Pendidikan Indonesia.*/DOK. PR
UNIVERSITAS Pendidikan Indonesia.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Universitas Pendidikan Indonesia atau UPI tahun ini menyediakan 8.720 kursi untuk mahasiswa baru jenjang sarjana (S1) dan diploma (D3). Seperti tahun sebelumnya, UPI menyediakan tiga jalur pendaftaran.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPI Solehuddin menjelaskan, tiga jalur penerimaan mahasiswa itu ialah Seleksi Nasional Masuk Pergurutan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebanyak 30 persen, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sebanyak 45 persen, dan Seleksi Mandiri UPI sebanyak 25 persen.

"Kuota ini sudah sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi," kata Solehuddin pada jumpa pers di Kampus UPI, Kamis 10 Januari 2019.

Pemerintah menentukan kuota mahasiswa dari jalur SNMPTN minimal 20 persen, SBMPTN minimal 40 persen, dan seleksi mandiri maksimal 30 persen.

Dari semua kapasitas yang tersedia di UPI, 20 persen di antaranya diperuntukkan bagi mahasiswa miskin dan daerah tertinggal, termasuk di antaranya dari program Bidik Misi.

Ia mengatakan, terkait tahapan dan waktu seleksi, UPI mengikuti jadwal dari Kemenristekdikti.

Solehuddin menjelaskan, penerimaan jalur SNMPTN dilakukan berdasarkan penelusuran prestasi akademik dengan menggunakan rapor semester satu sampai lima bagi siswa SMA/SMK/MA kelas 12 pada tahun ajaran 2019.

Penerimaan juga dilakukan berdasarkan prestasi akademik yang memenuhi persyaratan, serta memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Setiap siswa diperbolehkan memilih dua program studi dari satu PTN atau dua PTN.

Meski kualitas mahasiswa SNMPTN sempat diragukan bisa bertahan di bangku kuliah, UPI justru berani menyediakan kuota yang besar untuk jalur SNMPTN.

UPI mendasarkan hal itu pada kajian dan evaluasi jalur SNMPTN. "Kami punya mekanisme untuk menelaah mahasiswa yang diterima dari jalur ini. Selain itu juga supaya tidak semua masuk dari Seleksi Mandiri," kata Solehuddin.

Sementara jalur SBMPTN mengikuti regulasi yang ditetapkan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Peserta wajib mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) kemudian mendaftar sebagai peserta SBMPTN.

UTBK bisa diikuti oleh lulusan SMA/SMK/MA tahun 2017 dan 2018 dengan bukti ijazah. Sementara lulusan tahun 2019 memiliki Surat Keterangan Lulus Pendidikan Menengah.

"Bagi peserta yang memilih program studi bidang seni dan olah raga, wajib mengunggah portofolio," kata Solehuddin.

Biaya UTBK ditanggung oleh peserta. Setiap siswa diperbolehkan memilih dua program studi dari satu PTN atau dua PTN.

Sementara untuk jalur SM UPI, seleksinya menggunakan nilai UTBK. "Bagi yang berminat dari jalur ini, harus mendaftar SBMPTN dan wajib mengikuti UTBK," kata Direktur Akademik UPI Dadang Anshori.

UPI juga membuka seleksi jalur D3 PPA khusus Program Studi Keperawatan UPI Kampus Sumedang dan Prodi Survei Pemetaan Informasi Geografis FPIPS. Pendaftaran bisa dilakukan secara online lewat website http://pmb.upi.edu.

Kebocoran

Solehuddin menegaskan, berbagai jalur penerimaan itu tak menentukan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Besaran UKT ditentukan dari penelusuran latar belakang keluarga.

Solehuddin meyakini sistem seleksi masuk PTN baru ini bisa menghilangkan kelemahan-kelemahan sistem ujian tertulis. "Kebocoran soal bisa dijamin (tidak ada)," katanya.

Dadang menjelaskan, LTMPT menunjuk UPI dan perguruan tinggi lain untuk terlibat dalam pelaksanaan seleksi ini. UPI diminta menyediakan 1.500 komputer untuk pelaksanaan UTBK.

"UPI bermitra dengan lima sekolah di Kota Bandung, SMAN 2, Labschool, SMK Garuda, SMKN 11, dan SMKN 12. Karena komputer kami terbatas maka kami kerja sama dengan sekolah-sekolah itu," tuturnya.***

Bagikan: