Pikiran Rakyat
USD Jual 14.373,00 Beli 14.073,00 | Umumnya berawan, 22 ° C

Penggantian Calon Rektor Unpad Rentan Menimbulkan Persoalan Hukum

Catur Ratna Wulandari
PEMILIHAN rektor Unpad.*/DOK. PR
PEMILIHAN rektor Unpad.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Pergantian calon rektor Unpad (Universitas Padjadjaran) periode 2019-2024 dikhawatirkan menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Ketidaksetujuan atas calon rektor bisa ditunjukkan lewat hak pilih yang dimiliki setiap anggota Majelis Wali Amanat (MWA).

Pakar hukum Unpad Indra Perwira mengatakan, rapat pleno MWA Unpad telah memutuskan tiga calon rektor definitif. Sementara itu, mekanisme mengganti calon tidak ada dalam aturan.

"Jadi panjang lagi perdebatannya," kata Indra Perwira, Kamis 10 Januari 2019.

Sebelumnya, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyatakan dukungannya atas keputusan MWA Unpad yang akan memulai kembali proses pemilihan dari tiga calon yang sudah ditetapkan.

Meski begitu, ia meminta calon yang bermasalah diganti dengan kandididat lain. Mohamad Nasir meminta agar MWA Unpad memastikan calon rektor tak memiliki masalah hukum maupun etik.

Indra Perwira mengapresiasi dukungan Mohamad Nasir untuk melanjutkan pemilihan dengan berbagai catatan itu. Meski begitu, ia tak ingin ada gugatan hukum setelah pemilihan selesai.

Ia meyakini, semua catatan rekam jejak dan masukan masyarakat akan menjadi pertimbangan anggota MWA Unpad menentukan pilihannya. Maka dari itu, Indra Perwira berpendapat, pemilihan rector Unpad tak perlu mengganti kandidat.

"Kan semua menginginkan calon terbaik. Kalau satu dinilai bermasalah, masih ada dua. Tinggal gunakan saja hak pilih. Menteri punya hak 35 persen suara, saya kira itu signifikan," tuturnya.

Ia mengatakan, Menristekdikti merupakan Anggota MWA Unpad. Maka, tidak tepat jika memerintahkan MWA Unpad pula untuk mengganti kandidat.

"Masukan menteri, juga masukan masyarakat akan jadi dasar MWA Unpad memilih. Anggota MWA Unpad pasti punya pertimbangan moral dalam memilih," katanya.

Sampai Kamis 10 januari 2019 malam, Ketua MWA Unpad Rudiantara belum memberi jawaban atas hal itu. Rencananya, MWA Unpad akan menggelar jumpa pers pada Jumat 11 Januari 2019.

Undangan untuk media tidak menjelaskan pokok pembicaraan dalam jumpa pers itu.***

Bagikan: