Pikiran Rakyat
USD Jual 14.353,00 Beli 14.053,00 | Cerah berawan, 27 ° C

1.000 Guru SMK Dikirim ke Singapura untuk Pelajari Teknologi

Dhita Seftiawan
Perkuliahan.*/DOK. PR
Perkuliahan.*/DOK. PR

 

JAKARTA, (PR).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggandeng Kementerian Pendidikan Singapura untuk menguatkan program peningkatan kualitas guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sebanyak 1.000 guru SMK akan dikirim ke Singapura untuk mengikuti pelatihan penguasaan teknologi yang relevan dengan revolusi industri 4.0.

“Kami khususkan guru dapat belajar di sana tahun ini untuk meningkatkan kapasitasnya, terutama dalam penguasaan teknologi 4.0,” kata Menteri Pendidikan, Muhadjir Effendy usai melakukan pertemuan dengan Menteri Pendidikan Singapura Ong Ye Kung, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu 09 Januari 2019.

Ong Ye Kung mengatakan Indonesia dan Singapura telah menjalin kerja sama pendidikan yang cukup lama, seperti pertukaran pelajar dan pelatihan guru. “Kami telah menjalin kerja sama yang baik setiap tahunnya, dan kami diskusikan kembali dengan Mendikbud Indonesia untuk keberlangsungan kerja sama tersebut,” ujarnya.

Kerja sama bidang pendidikan antara Indonesia dan Singapura telah ditandatangani oleh menteri pendidikan kedua negara pada tanggal 7 September 2017 di sela-sela acara Leaders Retreat di Singapura. Perjanjian kerja sama ini berlaku selama 5 tahun. Pada perjanjian kerja sama tersebut pemerintahan kedua negara akan mendorong dan memfasilitasi pertukaran kunjungan siswa untuk membangun ikatan yang kuat diantara generasi muda dan mempromosikan pemahaman yang lebih kuat tentang budaya, masyarakat, dan bahasa masing-masing negara.

Selain itu, pertukaran kunjungan guru, tenaga ahli, dan tenaga kependidikan untuk berbagi informasi tentang pedagogi, serta pertukaran kunjungan pejabat kementerian kedua negara untuk berbagi informasi mengenai sistem pendidikan. 

”Rata-rata kerja sama itu 3 sampai dengan 5 tahun, tetapi harus terus diperpanjang. Nota kesepahaman untuk pendidikan secara umum terkait dengan perhatian terhadap guru dan tenaga kependidikan. Tidak hanya guru tapi juga kepala sekolah, dan pengawas. Termasuk juga bagian dari pelatihan guru,” ucap Kepala Biro Perencaraan dan Kerja Sama Luar Negeri, Kemendikbud Suharti.

Kerja sama bilateral di bidang pendidikan antara pemerintah Indonesia dan Singapura telah dilakukan peninjauan pada pertemuan kelompok kerja bersama kedua negara tanggal 6-7 November 2017 di Singapura. Dalam pertemuan tersebut terdapat beberapa hal yang menjadi fokus kerja sama. 

Di antaranya, pengembangan bahasa, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, pengembangan pendidikan anak usia dini, pengembangan pendidikan menengah dan pengembangan pendidikan kejuruan.***

Bagikan: