Pikiran Rakyat
USD Jual 14.373,00 Beli 14.073,00 | Umumnya berawan, 22 ° C

Warga Bantaran Citarum Mendapat Pelatihan dari Kampus

Sarnapi
PEJABAT pada Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti, Nuril Furqan, saat menyampaikan materi soal penanganan lingkungan dengan melibatkan perguruan tinggi di program Citarum Harum di Aula Unibba, Jumat 14 Desemer 2018.*
PEJABAT pada Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti, Nuril Furqan, saat menyampaikan materi soal penanganan lingkungan dengan melibatkan perguruan tinggi di program Citarum Harum di Aula Unibba, Jumat 14 Desemer 2018.*

SOREANG, (PR).-  Universitas Bale Bandung (Unibba) Baleendah ikut dalam gerakan Citarum Harum dengan mendidik warga di sepanjang bantaran Citarum sektor enam dan tujuh. Para dosen dan mahasiswa Unibba melatih warga untuk memanen air hujan, membuat pot komposter, dan memilah sampah agar bisa menjadi tambahan penghasilan.

Menurut Rektor Unibba Nasep Rachmat, pihaknya mendapatkan hjbah inovatif dari Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti untuk melatih masyarakat ikut menjaga lingkungan. "Materi yang kami berikan berupa membuat alat sederhana untuk memanen air hujan sehingga tidak semua air hujan dibuang percuma dan menimbulkan banjir," kata Nasep di sela-sela sl seminar hasil pelaksanaan rangkaian kegiatan program Citarum Harum di Aula Unibba, Jumat 14 Desember 2018.

Dia mengatakan,  Unibba juga melatih warga agar membuat pot sekaligus komposter sehingga sampah organik menjadi pupuk bagi tanaman di pot. "Jadi praktis sekali dengan pot komposter karena menampung sampah organik yang langsung jadi pupuk untuk tanaman di pot," tuturnya didampingi Wakil Rektor Unibba, Diana Suliswati.Selain itu, dengan memilah  sampah juga bisa menjadi penghasilan tambahan bagi warga. "Kalau biasanya menangani sampah sampai 3R yakni reduce, recycle, dan reuse,   kami menambahkan dua R lagi yaitu reproduct dan  refinance," katanya.

Sedangkan pejabat di Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti, Nuril Furkan  menyampaikan kepuasaannya untuk kegiatan yang  telah dilaksanakan dan menyambut baik inovasi Unibba.  "Dengan mengerahkan 14 dosen pendamping unuk 150 mahasiswa, Unibba telah berhasil melakukan pendampingan program 3R kepada 70 keuarga binaan," ujarnya.

Unibba merupakan satu dari sembilan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Barat mendapatkan dana hibah inovatif Kemenristek Dikti untuk mendukung program Citarum. Universitas Bale Bandung (Unibba) sebagai penerima dana hibah memasang mesin pemanen air hujan dan pot bunga sekaligus komposter untuk warga di sektor 6 dan 7 Sungai Citarum.

Lebih jauh Diana yang didampingi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unibba Rina Andriani mengatakan, kalau warga di Kabupaten Bandung memanen air hujan, maka genangan banjir bisa dikurangi. "Sedangkan  pot komposter memanfaatkan limbah kaleng cat ukuran 20 liter maupun pot bunga biasa. "Caranya di dalam kaleng cat dimasukkan pipa paralon ukuran 12 inchi yang di bagian samping bawah dilubangi," katanya.

Ruang antara kaleng dan paralon sebagai tempat memasukkan sampah organik dari dapur seperti sayuran dan buah-buahan. "Di dalam pipa paralon diisi tanah dan tanaman sehingga pot sekaligus menjadi komposter. Unsur hara dari komposter sekaligus menjadi pupuk bagi tanaman yang disalurkan melalui lubang-lubang bagian bawah paralon," ucapnya. Sebelumnya beberapa bulan lalu para mahasiswa Unibba melakukan penananaman bibit kopi di hulu Sungai Citarum. Program tersebut bekerja sama dengan TNI dan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti. ***

 

Bagikan: