Pikiran Rakyat
USD Jual 14.370,00 Beli 14.070,00 | Berawan, 23.6 ° C

Unpas Siap Membuka Fakultas Kedokteran pada Maret 2019

Catur Ratna Wulandari
KETUA Umum Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi (kelima dari kiri) dan Rektor Unpas Eddy Jusuf (keempat dari kiri) berfoto bersama dengan jajaran dekan yang baru dilantik di Aula Mandala Saba, Kampus Unpas Setiabudhi Kota Bandung , Jumat 14 Desember 2018.*
KETUA Umum Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi (kelima dari kiri) dan Rektor Unpas Eddy Jusuf (keempat dari kiri) berfoto bersama dengan jajaran dekan yang baru dilantik di Aula Mandala Saba, Kampus Unpas Setiabudhi Kota Bandung , Jumat 14 Desember 2018.*

BANDUNG, (PR).- Universitas Pasundan menargetkan bisa meluncurkan Fakultas Kedokteran (FK) pada Maret 2019. Setelah tertahan moratorium pendirian FK, kini Unpas bisa melengkapi aplikasi penbukaan FK.

Rektor Unpas Eddy Jusuf menjelaskan, Unpas telah mengajukan pendirian FK sejak 2016. Namun prosesnya belum tuntas karena pemerintah menetapkan moratorium pembukaan FK. Moratorium telah dicabut untuk pembukaan FK di luar Jawa. "Namun, karena kami (mengajukannya) batch pertama, Universitas Ahmad Dahlan, Gunadharma sudah keluar. Unpas sudah lama (mengajukannya), jadi password diberikan lagi," tuturnya saat ditemui usai pelantikan dekan enam fakultas baru di lingkungan Unpas di kampus Jalan Setiabudi Kota Bandung, Jumat 14 Desember 2018.

Dengan password itu, Unpas bisa melengkapi aplikasi pembukaan fakultas baru secara daring. "Paling lambat akhir Maret sudah diluncurkan," katanya. Ia menjelaskan, FK Unpas telah memiliki 26 orang dosen dokter spesialis. Unpas juga telah menggandeng sejumlah rumah sakit yang akan menjadi tempat belajar mahasiswanya, antara lain RSUD Cibabat dan RS Al Islam. "FK Unpad (Universitas Padjadjaran) juga back up penuh," ujarnya.

Sesuai ketentuan, sebelum 2020 Unpas harus mempunyai rumah sakit. Menurut Eddy, Unpas akan memanfaatkan bangunan lima lantai milik universitas yang berlokasi di Jalan Wartawan, Buahbatu, Kota Bandung. Bangunan itu akan diubah menjadi rumah sakit ibu dan anak. "Sekarang sedang membikin DED (detailed engineering design)," ujarnya.

Menurut dia, lokasi itu tidak akan cukup menampung perkembangan runah sakit itu di masa yang akan datang. Oleh karena itu Unpas menyiapkan lahan pengembangan rumah sakit ini di Kabupaten Bandung Barat. Ia menambahkan, untuk sementara kegiatan perkualiahan FK ini nantinya diselenggarakan di kampus Unpas di Jalan Sumatera, Kota Bandung.

Daya saing

Rektor melantik dekan di enam fakultas Unpas. Empat dekan merupakan pejabat sebelumnya yang memasuki periode kedua. Mereka adalah Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Budiana, Dekan Fakultas Teknik Yusman Taufik, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Atang Hermawan, dan Dekan Fakultas Ilmu Seni dan Sastra Senny Suzanna Alwasilah.

Sementara dua dekan yang baru dilantik ialah Dekan Fakultas Hukum Anton Freddy Susanto yang Deddy Hernawan menggantikan Deddy Hernawan dan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Uus Toharudin menggantikan Dadang Mulyana. Eddy berharap dekan baru ini bisa mendukung visi Unpas menjadi komunitas pendidikan internasional pada 2021. "Artinya pergaulannya internasional, menuntut daya saing Unpas sendiri," ujarnya. Pada tahun itu juga, Unpas menargetkan bisa memiliki 40 guru besar. Sampai saat ini Unpas masih memiliki 26 guru besar. "Awal 2019 ini akan ada satu lagi," ujarnya.  

Di sisi lain, Ketua Umum Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi berharap, dekan baru ini bisa menyiapkan kurikulum yang siap menghadapi revolusi industri 4.0. Dosen-dosen diharapkan mempunyai kemampuan yang diperlukan di era digital ini. "Jenis lapangan kerja bertambah, nanti kita tidak bisa mengambil kesempatan itu kalau tidak disiapkan," katanya. Ia mengatakan, tugas utama fakultas ialah membangun sumber daya manusia. Oleh karena itu perlu kontribusi terbaik dari seluruh dosen. "Persaingan nanti tidak hanya berat, keras, tetapi juga sadis. Jadi (alumni) harus jadi petarung dan pemberani," ujarnya. ***

Bagikan: