Pikiran Rakyat
USD Jual 14.373,00 Beli 14.073,00 | Umumnya berawan, 22 ° C

Revisi Peraturan MWA Unpad Masih Dievaluasi

Dhita Seftiawan

JAKARTA, (PR).- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi masih mengevaluasi revisi Peraturan Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Padjadjaran, terkait prosedur pemilihan rektor periode 2019-2024. Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, evaluasi dilakukan secara mendalam dan hati-hati agar menghasilkan keputusan yang adil bagi semua calon rektor.

"Jadi intinya adalah prosedur pemilihan rektor itu harus adil sesuai pedoman dan aturan yang ada. Kalau tidak adil nanti akibatnya banyak tuntut dan menuntut. Evaluasi sedang dilakukan oleh inspektorat jenderal dan biro hukum," kata Mohamad Nasir kepada "PR" di sela-sela acara Rakornas Pendidikan Antikorupsi di Ballroom Kartika Chandra, Jakarta, Selasa 11 Desember 2018.

Seperti diketahui, pemilihan rektor Unpad terpaksa ditunda karena ditemukan maladministrasi dalam proses penjaringan kandidat. Ombudsman Republik Indonesia (ORI) mencatat, terdapat 2 maladministrasi yakni MWA Unpad tidak merespons dan menanggapi laporan dari masyarakat tentang dugaan KDRT yang dilakukan satu dari tiga kandidat. 

Kedua, Dekan FISIP Unpad terbukti melakukan penyimpangan prosedur dalam pelaksanaan pendataan ulang pegawai Obsatar Sinaga. Atas temuan tersebut, MWA Unpad kemudian menunda jadwal pemilihan dan penetapan rektor baru dan Kemenristekdikti meminta MWA Unpad untuk merevisi aturan.

"Jadi hasilnya (evaluasi) harus dipastikan semua berjalan baik," kata Mohamad Nasir.

Sebelumnya, Ketua MWA Unpad Rudiantara optimistis Pilrek Unpad akan selesai pada Januari 2019. Ia mengaku telah menunjuk pakar hukum Unpad Indra Perwira untuk melakukan perbaikan aturan.

Perbaikan itu dibahas bersama dengan Kemenristekdikti. "Jangan sampai ada aturan yang saling-silang," kata Rudiantara saat ditemui di Grha Sanusi Universitas Padjadajaran, Senin 12 Desember 2018.

Rudiantara memastikan, perbaikan aturan itu seluruhnya dari segi hukum. Ia mengaku tak ikut campur pada substansi perbaikannya. 

"Kami lebih bersikap cermat dan hati-hati agar pengelolaannya lebih baik. Dan kami masih punya banyak waktu," ujarnya.

Jika perbaikan aturan sudah selesai, tambah dia, MWA akan kembali menggelar rapat pleno. Pada rapat itulah akan ditentukan langkah selanjutnya. 

Ia mengatakan, pada pleno tertutup 27 Oktober lalu, MWA belum sampai menilai ketiga calon rektor, yaitu Aldrin Herwany, Atip Latipulhayat, Obsatar Sinaga. Menurut Rudiantara, pihaknya masih membahas masukan-masukan dari berbagai pihak terkait proses pemilihan.

Kendati sudah sepakat menunda penetapan rektor, sampai saat ini MWA belum memutuskan pada tahap apa pemilihan rektor ini akan diteruskan. Rudiantara memastikan, pemilihan tidak akan dimulai dari awal yaitu penjaringan calon.

Pasalnya, ucap dia, delapan pendaftar kemarin telah memenuhi persyaratan administrasi.***

 

Bagikan: