Pikiran Rakyat
USD Jual 14.370,00 Beli 14.070,00 | Berawan, 22.5 ° C

Universitas Widyatama dan IUMW Malaysia Menjalin Kerjasama

Tim Pikiran Rakyat
DEPUTI Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Malaysia Noor Azizi bin Ismail (berjas) menerima cindra mata dari Ketua Harian Yayasan Widyatama Obsatar Sinaga selaku penyelenggara konferensi internasional "Business Policy & Society" disaksikan Vice Chansellor International University Malaya Wales (IUMW) Tay Kay Luan di Kuala Lumpur 27-28 November 2018.*
DEPUTI Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Malaysia Noor Azizi bin Ismail (berjas) menerima cindra mata dari Ketua Harian Yayasan Widyatama Obsatar Sinaga selaku penyelenggara konferensi internasional "Business Policy & Society" disaksikan Vice Chansellor International University Malaya Wales (IUMW) Tay Kay Luan di Kuala Lumpur 27-28 November 2018.*
BANDUNG, (PR).- Sebanyak 80 karya ilmiah (paper) dari dosen dan penetiti yang berasal dari sejumlah negara dipresentasikan pada Konferensi Internasional Business Policy & Society yang berlangsung dua hari 27-28 Nopember 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Konferensi internasional tersebut diselenggarakan bersama (joint host) oleh Universitas Widyatama (UTama) Bandung dengan International University Malaya Wales (IUMW) Malaysia sebagai perwujudan dari program kerjasama peningkatan kualitas para dosen dan peneliti, khususnya yang berasal dari kedua universitas dimaksud.
Konferensi selain dikuti oleh para dosen dan peneliti juga dihadiri sejumlah praktisi bisnis dan industri dari Indonesia, Malaysia, Singapura, India, Nigeria, Selandia Baru, Jepang, Thailand dan Filipina serta dibuka oleh Deputy Dirjen Pendidikan Tinggi Malaysia Prof. Dr. Noo Azizi bin Ismail.
Ketua Harian Yayasan Widyatama sekaligus sebagai pemrakarsa terselenggaranya konferensi internasional itu, Obsatar Sinaga mengatakan, penyelenggaraan konferensi internasional merupakan sebuah lompatan besar dari Universitas Widyatama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendorong para dosen dan peneliti khususnya pada Universitas Widyatama agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Universitas Widyatama sendiri pada konferensi internasional tersebut menyertakan 39 karya ilmiah dari para dosen berbagai fakultas dengan topik makalah tentang E_marketing, E_business, E_Commerce, General Marketing, Finance, Finance Tchnology, Accounting, Operation Management, Technology Management, Cyber Security, Data Analitytic dsb.
Konferesni iternasional yang mempertemukan para akademisi serta praktisi industri serta bisnis tersebut menurut Obsatar diharapkan menghasilan berbagai gagasan dan solusi bagaimana para akademisi sebaiknya bersikap dalam era industry 4.0 sekarang.
Era industri 4.0 menurut Obsatar membutuhkan kreativitas yang tinggi dalam hal inovasi teknologi dengan bidang terkait teknologi lainnya seperti IOT dan big data .
Bertindak sebagai pembicara kunci Prof. Dr. Mohamed Ibrahim Abdul Mutalib, dari Universitas Teknologi Petronas, Prof. Patrick Kee Peng Kong dari Universitas SEGI Kuala Lumpur, Prof. Dr. Takemi Fujikawa dari Universitas Otemon Gakuin, Jepang dan Prof. Mohd. Haizam dari Universitas Widyatama yang sama memandang konferensi ini sangat penting bagi para akademisi dan praktisi bisnis terutama pada era revolusi industri 4.0.
Sementara itu Vice Chansellor IUMW Tay Kay Luan berpendapat bahwa konferensi ini menjadi sangat penting, tepat dan relevan untuk mendefinisikan kembali peran tenaga kerja dalam mengimbangi revolusi baru di bidang ekonomi dan industri terutama pada pada era industri 4.0.
Saat ini semua lini kehidupan berada di era digital dan dampak yang ditimbulkan oleh revolusi teknologi semisal lahirnya kecerdasan buatan, robotik dan internet memasuki kehidupan manusia dewasa ini. Banyak ahli memperkirakan bahwa setidaknya setengah dari tugas pekerjaan manusia akan digantikan oleh peran teknologi baru pada tahun 2030.
"Mendefinisi ulang tenaga kerja untuk revolusi baru yang menjadi thema konfrensi ini sangat menarik. Adalah tepat waktu bagi para akademisi dan pelaku industri untuk memainkan peran mereka dalam rangka menciptakan prospek yang lebih baik bagi tenaga kerja,” kata Tay Kay Luan dengan menambahkan, konferensi ini juga sangat penting bagi kedua belah pihak, Universitas Widfyatama dan Internasional University Malaya Wales untuk merumuskan standar dan kriteria tertentu yang akan meningkatkan kreativitas dan produktivitas dalam angkatan kerja.***
Bagikan: