Pikiran Rakyat
USD Jual 14.370,00 Beli 14.070,00 | Berawan, 22.5 ° C

Dibebaskan dari Tunggakan, Akhirnya Sani Dapat Ijazah

Ririn Nur Febriani

CIMAHI, (PR).- Muhammad Sani Hidayat dan keluarga akhirnya bisa bernapas lega, setelah almamaternya SMKN 3 Cimahi menyerahkan ijazah miliknya yang sempat tertahan sejak 2014. Ijazah didapat Sani atas kebijakan sekolah dan koordinasi dengan jajaran desa tempat tinggalnya, hingga tidak perlu mengeluarkan biaya.

Hal itu diungkapkan Misbah Syarif Hidayat (42), ketika dihubungi lewat telepon, Kamis 6 Desember 2018. "Alhamdulillah tadi pagi ijazahnya sudah bisa diambil tanpa membayar tunggakan DSP sebesar Rp 900.000 itu," ujar Misbah.

Menurut Misbah, ijazah Sani bisa diambil berkat bantuan dari pihak Desa Cilame serta kebijakan sekolah. Sebelumnya, dia mengakui masih terdapat tunggakan dana sumbangan pendidikan (DSP) atas nama Sani, yang tidak mampu dilunasi hingga anaknya lulus di tahun 2014 dengan tunggakan sekitar Rp 900.000.

"Terima kasih untuk bantuannya, berkat bantuan semua pihak terutama sekolah, tunggakan DSP itu digratiskan oleh pihak sekolah," katanya.

Sani sempat kesulitan mencari kerja karena ijazahnya belum bisa diambil selama empat tahun dari sekolah tersebut. Namun, warga Desa Cilame RT 7 RW 10 Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, itu bisa tenang karena ijazah yang kini ada di tangan sudah dapat digunakan untuk mencari pekerjaan.

Sebelumnya, Misbah memang tidak bisa melunasi tunggakannya karena ia hanya bekerja sebagai penjahit dengan penghasilan yang pas-pasan. Terlebih ia harus membiayai ketiga anaknya.

"Mudah-mudahan dengan anak bisa cari kerja, rejeki makin lancar," ucapnya.

Ketika dikonfirmasi, Kepala SMK Negeri 3 Cimahi Mulyono menbenarkan, bahwa pihak sekolah memberikan kebijakan untuk Misbah dengan menggratiskan tunggakan DSP Sani yang belum dilunasi sejak 2014. Dengan penghapusan tunggakan DSP, ijazah Sani pun bisa diambil.

"Betul sudah beres, ijazahnya sudah diambil tadi pagi secara gratis. Kita memang tidak pernah menahan ijazah yang siswanya sudah lama lulus," kata Mulyono.

Diakuinya, saat itu ada kesalahan komunikasi antara bendahara SMKN 3 Cimahi dengan Misbah yang harus melunasi tunggakan DSP. Padahal pihak sekolah kerap membantu warga yang kurang mampu, terutama yang memiliki tunggakan.

"Kalau saja dari dulu pak Misbah datang ke sekolah dan komunikasi langsung untuk mengambil ijazah dan kepentingan, pasti kita berikan. Apalagi kondisinya memang kurang mampu, kita akan terus berupaya membantu masyarakat" ujarnya.***

Bagikan: