Pikiran Rakyat
USD Jual 14.370,00 Beli 14.070,00 | Badai petir, 23.6 ° C

Empat Tahun Berlalu, Ijazah Sani Masih Ditahan Sekolah karena Tak Mampu Lunasi DSP

Ririn Nur Febriani
SURAT yang diberikan oleh bendahara sekolah ini memaparkan tunggakan yang mesti dilunasi orang tua M Sani Hidayat, siswa SMKN 3 Cimahi. Pihak sekolah akan memberikan ijazah Sani, jika besaran tunggakan yang dimiliki telah dilunasi.*
SURAT yang diberikan oleh bendahara sekolah ini memaparkan tunggakan yang mesti dilunasi orang tua M Sani Hidayat, siswa SMKN 3 Cimahi. Pihak sekolah akan memberikan ijazah Sani, jika besaran tunggakan yang dimiliki telah dilunasi.*

CIMAHI, (PR).- M. Sani Hidayat menantikan ijazah berada di genggaman tangan. Sejak lulus tahun 2014, ijazahnya masih disimpan sekolah diduga akibat menunggak dana sumbangan pendidikan (DSP).

Ketika dihubungi, orangtua Sani, Misbah Syarif Hidayat (42), mengatakan anaknya lulus tahun 2014 Jurusan Perhotelan SMKN 3 Cimahi.

"Sejak lulus, belum dapat ijazah karena DSP belum lunas," ujarnya melalui sambungan telepon, Rabu 5 Desember 2018.

Misbah mengatakan, dirinya memiliki 3 orang anak. Pendapatannya sebagai penjahit di kediamannya di Desa Cilame RT 7 RW 10 Kec. Ngamprah Kab. Bandung Barat sangat terbatas.

"Penghasilan menjahit kadang ada kadang tidak. Jadi, DSP tidak bisa dilunasi sampai anak saya lulus," katanya.

Belakangan, Sani mencari pekerjaan dan bakal dapat kerja dengan syarat membawa ijazah pendidikan asli. Misbah lalu meminta petunjuk Desa Cilame agar membantu permasalahannya.

"Minta bantuan ke Desa karena katanya Sani mau dapat kerja tapi harus ijazah asli. Oleh Desa diberi Surat keterangan untuk ke sekolah," ujarnya.

Surat dari desa diserahkan Misbah ke sekolah. "Dari sekolah dikasih surat lagi, katanya masih nunggak sekitar Rp 900.000. Tetap harus dilunasi, udah aja gitu," ucapnya.

Menurut Misbah, pihak bendahara sekolah menyatakan siswa yang menunggak DSP masih cukup banyak. "Katanya Ibu Bendahara, ada sekitar 20-an orang lagi," tuturnya.

Dia berharap ada kebijaksanakan dari sekolah mengenai hambatan yang dialami. "Minta kebijaksanaan dari sekolah supaya ijazah bisa saya ambil dulu. Saya ada keinginan untuk melunasi, tapi enggak muluk-muluk langsung lunas. Dengan anak bisa kerja mudah-mudahan tunggakan DSP bisa dilunasi," katanya.

Ketika dikonfirmasi, Kepala SMK Negeri 3 Cimahi Mulyono mengaku akan menelusuri kasus tersebut. Pihaknya bakal membantu warga kurang mampu untuk mendapatkan ijazahnya.

"Silahkan orangtua datang ke sekolah, kita cari solusi. Kalau yang sudah lama lulus biasanya kita serahkan, karena disimpan di sekolah juga terlalu lama dokumen bisa tertumpuk," kata Mulyono.***

 

Bagikan: