Pikiran Rakyat
USD Jual 14.370,00 Beli 14.070,00 | Badai petir, 23.6 ° C

Mohamad Surya Tutup Usia

Erwin Kustiman
BANDUNG, (PR).- Dunia pendidikan Jawa Barat berduka dengan kepergiaan salah seorang tokoh terbaiknya, Mohamad Surya. Pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat 8 September 1941 ini meninggal dunia dalam usia 77 tahun pada Selasa (13/11/2018) pukul 20.30 di RS Advent Kota Bandung. Menurut keterangan perwakilan keluarga, Gunawan Undang dalam pesan mellaui Whatsapp, jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Kapten Abdul Hamid 58, Panorama, Kota Bandung. Almarhum akan disalatkan di Masjid Alfurqan Kampus Universitas Pendidikan Indonesia pukul 09.00 WIB.
Mohamad Surya adalah akademisi dan pengajar di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kariernya sebagai guru diawali dengan menjadi pengajar Sekolah Rakyat di Kuningan (1958-1962). Kemudian menjadi guru SPG-B/SMA di Bandung (1966-1973). Dikutip dari situs www.upi.edu, pendidikan tingkat tinggi yang dijalani Mohamad Surya diawali dengan sarjana muda tahun 1965, kemudian sarjana tahun 1968, hingga mencapai Doktor tahun 1979. Pendidikan di luar negeri diperoleh di Filipina tahun 1976, melalui program pelatihan dalam bidang inovasi pendidikan selama tiga bulan, kemudian program Refreshing tahun 1987/1988 selama enam bulan di Ohio State University, Amerika Serikat dalam bidang konseling, dan program Internship tahun 1989 selama tiga bulan di Indiana University, Amerika Serikat dalam bidang Teknologi Pendidikan.
Sebagai guru besar, almahum juga banyak menghasilkan karya, baik berupa puluhan buku dan ratusan karya tulis berupa makalah untuk seminar atau pelatihan dan tulisan yang dimuat dalam berbagai media, termasuk media massa.
Sosoknya yang kebapakan, murah senyum, dan terampil membuat “jokes” segar saat mengajar atau menyampaikan presnetasi membuatnya sangat populer di Jawa Barat. Ia pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) periode 1998-2003 dan periode 2003-2008. Selain itu, juga menjadi salah seorang dari empat orang wakil asal provinsi Jawa Barat yang menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2004-2009. Salah satu “jokes” segar tapi sangat mengena terkait masalah dalam dunia pendidikan nasional menurut istilah beliau adalah “kokod monongeun”. Kalau diartikan istilah tersebut bermakna terlalu banyak campur tangan dalam dunia pendidikan nasional, sehingga kerap bermasalah dan sulit mencapai tujuan hakiki yang diinginkan. Selamat jalan Pak Surya, semoga amal jariyah semasa mengabdi sebagai akademisi dan politisi menjadi penerang di keabadian.***
Bagikan: